Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Lifestyle Nasional Bisnis

Tuai Penolakan, Wisatawan Tiongkok Pulang Lebih Cepat

izak-Indra Zakaria • 2020-01-28 13:35:55
Wisatawan China tiba di Bandara Internasional Minangkabau
Wisatawan China tiba di Bandara Internasional Minangkabau

PADANG- Penolakan dari berbagai unsur masyarakat di tengah kekhwatiran terhadap virus novel coronavirus (2019-nCoV), membuat sekitar 150 wisatawan asal Kunming, Yunan, Tiongkok terpaksa membatalkan kunjungan ke sejumlah destinasi wisata di Sumbar. Mereka direncanakan dipulangkan lebih cepat dari jadwal seharusnya.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, lokasi-lokasi wisata yang batal dikunjungi wisatawan asal Negeri Tirai Bambu itu adalah, Kota Bukittinggi dan Istana Baso Pagaruyung di Tanahdatar. Namun dalam kunjungan ke kawasan Kampung Pondok Padang atau tepatnya ke Kelenteng See Hin Kiong, wisatawan disambut penampilan barongsai.

Staf Lapangan Coco's Tour Indonesia, Robin mengatakan pembatalan beberapa jadwal kunjungan ke beberapa destinasi wisata disebabkan salah satunya oleh penolakan yang dilakukan sejumlah masyarakat di sekitar lokasi wisata tersebut. Penolakan tersebut juga mengakibatkan lama waktu kunjungan dari wisatawan asal Kunming itu juga menjadi tidak menentu lantaran adanya sejumlah pertimbangan dan koordinasi dari instansi terkait seperti Dinas Pariwisata. "Jadwal sebelumnya wisatawan tersebut akan ada di Sumbar selama 5 hari 4 malam. Namun karena ada hal yang semacamnya ini (penolakan, red), maka kami belum tahu durasi waktu para wisatawan tersebut di Sumbar," tukasnya.

Lebih lanjut Robin menyampaikan, pihaknya masih berkoodinasi dengan instansi terkait untuk menentukan jadwal kunjungan ke destinasi selanjutnya. "Jadi kami masih menunggu keputusan mau pergi atau berkunjung ke mana lagi nantinya," ungkapnya.

Terpisah, Perwakilan Coco's Tour Sumbar, Yunando mengatakan selama sehari kemarin, wisatawan asal Kunming Tiongkok hanya melakukan perjalanan di Kota Padang saja. Mereka mengunjungi Kelenteng See Hin Kiong di Kampung Pondok Padang. "Satu hari ini hanya di Kota Padang saja. Para wisatawan tersebut hanya jalan-jalan di Kota Padang seperti ke kawasan Kampung Pondok, tepatnya di Kelenteng See Hin Kiong," jelasnya.

Dari 150 wisatawan Kunming yang dibawa mereka datang mengunjungi destinasi wisata Sumbar terdapat 15 orang yang muslim. "Ada sebanyak 15 wisatawan muslim. Seperti kita ketahui, Kunming berada di Provinsi Yunan yang merupakan salah satu daerah yang banyak umat Islam di Tiongkok," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak travel agent yang membawa 150 wisatawan itu untuk secepatnya diproses pemulangan ke Kunming. Hal itu didasarkan atas munculnya gejolak sebagian masyarakat terhadap virus novel coronavirus (2019-nCoV). "Karena ada gejolak dan penolakan dari masyarakat, maka ada beberapa agenda kunjungan ke destinasi wisata yang dibatalkan, seperti ke Kabupaten Tanahdatar. Soal proses pemulangan, saya hanya bisa katakan secepatnya," jelasnya tanpa menyebutkan tanggal pasti.

Ia menambahkan, tujuan awal pihaknya dan travel agent mendatanga wisatawan itu baik demi memajukan dan mempromosikan pariwisata di Sumbar. "Namun karena bertepatan dengan adanya kasus coronavirus yang tengah melanda sejumlah negara di dunia, maka kami dari Pemprov Sumbar menganggap sebagai sebuah konsekuensi," ungkapnya.

Selain memulangkan lebih cepat wisatawan, menurut Novrial, kedatangan rombongan kedua dari Tiongkok juga sudah dibatalkan sejalan dengan penghentian akses dari Pemerintah Tiongkok terhadap masyarakatnya pada 27 Januari. "Jadi hanya satu kedatangan ini saja, lebih kurang 150 wisatawan Kunming," ujarnya.

Sebenarnya, kata Novrial, wisatawan asal Kunming itu telah melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan baik di Bandara Kunming maupun di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). "Namun kami mendengarkan juga aspirasi masyarakat kita yang kebanyakan menolak kedatangan wisatawan tersebut. Untuk itu, ini sudah menjadi konsekuensi," tuturnya.

Terpisah, Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal mengatakan, pihaknya merespons adanya penolakan masyarakat terhadap kunjungan wisatawan asal Kunming. "Kami sangat menghormati reaksi di tengah masyarakat. Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dengan pihak travel agent untuk mencari jalan terbaik terhadap permasalahan ini. Pihak travel agent juga memahami dan memaklumi kondisi saat ini. Tadi mereka sudah bicara dengan kami bahwa mereka akan berupaya mempersingkat kunjungan di Sumbar," jelasnya.

Namun Jasman menyebutkan, tentu pihak travel agent juga harus mengurus kembali persiapan untuk pemulangan seperti carter pesawat dan kemudian pengurusan tiketnya. "Mereka juga akan berbicara dengan pihak maskapai dan butuh waktu beberapa saat. Apalagi untuk berangkat ke Sumbar saja mempersiapkan carter flight butuh tiga bulan. Ketersediaan pesawat tidak setiap hari, apalagi pesawat carter," katanya.

Lebih lanjut Jasman menyampaikan, selama berada di Sumbar, para wisatawan selalu diawasi dan dipantau kondisi kesehatan mereka oleh Dinas Kesehatan di masing-masing daerah yang dikunjungi. "Iya mereka kita pantau terus. Di mana mereka menginap, petugas Dinkes siaga di sana. Misalnya sekarang menginap di hotel A, malamnya petugas kita datang ke sana. Lalu memeriksa kesehatan mereka," tukasnya.

Jasman mengatakan, Pemprov Sumbar tidak begitu saja melepaskan pengawasan wisatawan tersebut karena kegiatan ini bagian dari program pariwisata nasional, dan harus ikut menyukseskan. Namun, akan berupaya agar tidak meresahkan masyarakat dan tidak menimbulkan imej negatif terhadap pariwisata Sumbar. "Ini yang perlu kita jaga bersama. Apalagi mereka melewati dua kali pemeriksaan ketat untuk tiba di Sumbar," kata Jasman.

Sementara dengan adanya rencana penerbangan kedua wisatawan dari Tiongkok dalam waktu dekat, pihaknya menghentikan sementara. Hal itu sejalan dengan pernyataan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terkait kasus penyebaran virus corana. Di samping itu, Pemerintah Tiongkok juga tidak mengizinkan lagi masyarakatnya keluar sejak 27 Januari ini. "Kalau seandainya kondisi telah membaik dan kondusif, tentu kita jadwalkan lagi. Sebab, kita ingin wisatawan datang ke Sumbar dan berdampak terhadap ekonomi masyarakat," ujarnya.

Pengamat Pariwisata dari Universitas Andalas Sari Lenggogeni mengatakan, reaksi penolakan dari masyarakat terhadap wisatawan asal Kunming dan wacana pemulangan itu, secara umum tak mempengaruhi sektor pariwisata Sumbar. Menurutnya, penolakan tersebut memiliki alasan terkait munculnya virus Corona di Tiongkok sehingga masyarakat khawatir virus tersebut masuk Sumbar dengan datangnya wisatawan Tiongkok itu. "Karena kasus ini sudah berskala internasional, jadi saya rasa wisatawan Tiongkok juga memaklumi dan mengerti dengan adanya penolakan dari masyarakat tersebut," ungkapnya.

Terkait wacana pemulangan wisatawan tersebut ke negaranya, Sari mendukung sebagai upaya terbaik menghadapi polemik yang berkembang di Sumbar saat ini. "Jika dibiarkan dalam waktu lama, tentunya hal tersebut akan memperburuk imej pariwisata Sumbar. Jadi seperti ini, kalau dengan pemulangan wisatawan ini akan terkesan buruk bagi negara Tiongkok, tapi di sisi lain kita juga khawatir wisatawan domestik tidak mau ke Sumbar gara-gara kita membiarkan wisatawan Tiongkok ini datang di tengah kasus virus corona," ujarnya.

Lebih lanjut Sari mengatakan, upaya pemulangan wisatawan asal Kunming merupakan langkah paling baik untuk kembali menjernihkan masalah ini. "Mungkin nanti setelah kondisi lebih baik dan normal, kita bisa recovery lagi sektor pariwisata Sumbar untuk kunjungan wisatawan dari Tiongkok," tukasnya.(cr30)

Editor : izak-Indra Zakaria