Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Habis Berlibur di Bali, WN Tiongkok Postif Korona

izak-Indra Zakaria • 2020-02-14 11:15:40
-ilustrasi
-ilustrasi

DENPASAR - Baru-baru ini beredar kabar, seorang warga negara (WN) Tiongkok bernama Jin terinfeksi atau positif virus korona. Hal ini dilaporkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Kota Huainan, Provinsi Anhui pada (5/2) lalu.

Berdasarkan informasi dari akun resmi Pemerintah Provinsi Anhui dilaman Weibo, Jin dikabarkan sempat berkunjung ke Bali pada akhir Januari lalu. Virus tersebut disebut didapatinya setelah uji laboratorium sekembalinya dari Bali. Dinas Kesehatan Bali bergerak cepat dengan melakukan pelacakan kontak (contact tracing) dari jejak perjalanan wisatawan asal Tiongkok yang disebut terjangkit virus korona.

Warga negara Tiongkok yang disebut beridentitas Jin itu dikabarkan telah melakukan perjalanan ke Bali sejak tanggal 22 sampai 28 Januari. Ia terbang dari Wuhan (Tiongkok) ke Bali menggunakan pesawat Lion Air.

Wuhan yang merupakan Ibukota Provinsi Hubei, Tiongkok, diketahui menjadi daerah pertama terjadinya wabah virus korona yang kini sudah menyebar ke sejumlah negara di dunia. “Kami lakukan pelacakan kontak. Bersama jajaran kami lacak di mana dia menginap. Ini harus cepat dilakukan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr I Ketut Suarjaya, Kamis (13/2), dilansir , BALI EXPRESS.

Upaya contact tracing adalah proses identifikasi orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Suarjaya mengaku sudah mendapatkan data orang yang dimaksud (Jin) dari pihak Kementerian Luar Negeri per hari ini. "Hari ini saya cari datanya. Karena tak mudah mencari kalau alamatnya tidak lengkap saat dia datang dan pergi," ujar pejabat asal Buleleng ini.

"Saya juga baru dapat hari ini identitas orangnya dari kementerian. Namun saya tidak bisa sampaikan. Ini hanya untuk internal," sambungnya. Meski demikian, Suarjaya cukup yakin warga negara Tiongkok tersebut tidak terinfeksi di Bali. Alasannya, di Bali tidak ditemukan kasus positif korona selama ini.

Ia menduga warga negara Tiongkok yang bersangkutan terinfeksi virus saat sudah berada di negaranya, karena dia kembali sembilan hari sebelum terpapar korona. Apalagi saat itu, di Wuhan virus ini sedang mewabah.

 

"Jadi beberapa kemungkinan ada. Bisa saja dia saat sudah di sana (Tiongkok) baru terpapar. Kalau dirunut dia kan kembali sembilan hari sebelum terpapar korona," katanya. Terkait waspada wabah virus korona, kata Suarjaya, Dinas Kesehatan Bali sudah melakukan berbagai upaya antisipasi.

"Kami selalu jaga, sudah luar biasa. Hal seperti ini tetap dalam pengawasan kami," katanya. Jin disebut terbang ke Bali dari Wuhan menggunakan maskapai Lion Air pada 22 Januari. Seminggu setelahnya Jin melakukan perjalanan ke Shanghai dengan maskapai Garuda Indonesia pada 28 Januari.

Manajemen Lion Air Group melalui Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro pun mengatakan bahwa layanan penerbangan internasional bernomor JT-2618 dari Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, Tiongkok tujuan Denpasar melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali pada Rabu 22 Januari 2020 lalu telah dioperasikan sesuai standar prosedur.

“Penerbangan JT-2618 sudah dipersiapkan dengan baik, sebelum keberangkatan seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan. Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa dua pilot, satu kopilot, enam awak kabin, dua teknisi dan 188 tamu atau penumpang,” jelas Danang, Rabu (12/2).

Lion Air mengoperasikan dengan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LJT berangkat sesuai jadwal pada 17.05 waktu setempat (Time inWuhan, Hubei, GMT+ 08) dari Wuhan dan mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 22.55 waktu setempat (Waktu Indonesia Tengah, GMT+ 08).

“Sehubungan dengan informasi yang berkembang terkait satu penumpang dari Wuhan yang dikabarkan terindikasi virus Korona, bahwa Lion Air menerima keterangan setelah seluruh awak pesawat dan penumpang dilakukan pemeriksaan, pengecekan oleh tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan/KKP Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai dinyatakan tidak terindikasi (tidak memiliki tanda-tanda) terkena virus dimaksud,” tegasnya.

Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron), petugas teknisi bekerjasama dengan pihak terkait melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray)sesuai prosedur yang berlaku.

Hal tersebut sebagai upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan penumpang, terutama tindakan antisipasi sesuai pemberitahuan dari otoritas setempat mengenai dampak wabah virus Korona. Lion Air rute tersebut mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat dan Minggu.

Ia membenarkan bahwa pada 22 Januari 2020 lalu Lion Air masih melayani penerbangan JT-2619 yang membawa penumpang dari Denpasar ke Wuhan dan penerbangan JT-2618 Wuhan ke Denpasar.

Pada Jumat, 24 Januari 2020 dan Minggu 26 Januari 2020 operasional penerbangan Lion Air rute Denpasar ke Wuhan hanya bertujuan untuk pemulangan penumpang. Penerbangan Wuhan – Denpasar dioperasikan sebagai ferry flight yakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang.

Sesuai dengan pemberitahuan resmi otoritas setempat (notam) di Wuhan, bahwa status bandar udara hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival), untuk keberangkatan (departure)tidak membawa penumpang serta sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing).

Lion Air sudah melakukan penghentian/ pembatalan sementara (suspend) penerbangan internasional pergi pulang (PP) rute Denpasar – Wuhan – Denpasar mulai Rabu 29 Januari 2020 hingga pemberitahuan lebih lanjut. (yin/art)

 

Lion Air Mengaku Sudah Sesuai Standard Prosedur

Editor : izak-Indra Zakaria