Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Terimbas PSBB, Traffic Jalan Tol Turun Sampai 80 Persen

izak-Indra Zakaria • 2020-04-29 11:56:51
ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA– Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lainnya berdampak pada penurunan traffic di jalan tol. Catatan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tingkat penurunannya sampai 60 persen bahkan lebih. 

Untuk wilayah DKI Jakarta, terdapat tujuh ruas tol yang terdapat dalam wilayah PSBB. Rata-rata penurunan lalu lintas di ketujuh tol itu sekitar 42 persen. Tingkat penurunan terbesar berada di ruas tol Prof. Sedijatmo atau tol bandara sebesar 57 persen. 

Sementara itu di wilayah Provinsi Banten terdapat dua ruas tol di Kawasan PSBB. Yaitu ruas tol Jakarta-Tangerang dan Tol Tangerang Merak. Di kedua ruas tol itu rata-rata penuruan lalu lintasnya sekitar 37 persen. Angka penurunan terbesar berada di ruas tol Kunciran-Serpong yaitu mencapai 60 persen. 

Untuk wilayah Jawa Barat, terdapat lima ruas tol menerapkan PSBB. Yakni ruas Tol Jakarta – Bogor – Ciawi, Tol Jakarta – Cikampek, Tol Jakarta – Cikampek II Elevated, Tol Cikampek – Padalarang, dan Tol Padalarang – Cileunyi. Tingkat penurunan lalu lintas di lima ruas tol itu rata-rata tercatat 60 persen. 

Sedangkan untuk ruas-ruas tol antar wilayah, penurunan lalu lintasnya lebih tinggi lagi. ’’Karena pembatasan pergerakan, terutama (angkutan, Red) mudik lebaran,’’ kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kemarin (28/4). Seperti ruas tol Cikarang Utama ke Kalikangkung di Semarang, penuruannya berkisar 60 persen sampai 70 persen. Sedangkan ruas tol Bakauheuni – Bandar Lampung, penuruan hingga akhir April ini berkisar 70 persen sampai 80 persen.

Kementerian PUPR menyebutkan sesuai dengan peraturan, terdapat 14 ruas jalan tol yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Seperti diketahui ketiga provinsi itu menerapkan PSBB untuk seluruh wilayah maupun sebagian. Kementerian PUPR mencatata selama masa PSBB, terjadi penurnan traffic pengguna jalan tol mulai 42 persen sampai 60 persen. 

Lebih lanjut Basuki menjelaskan layanan jalan tol maupun non-tol tetap beroperasi di masa PSBB. Khususnya untuk jalur logistik. Seperti pengiriman barang kebutuhan pokok, alat kesehatan, serta layanan kesehatan, atau kendaraan medis. Selain itu juga untuk pergerakan orang skala lokal atau Kawasan Jabodetabek saja. 

Ketentuan lain untuk pencegahan penularan Covid-19 di jalan tol berlaku di tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area. Total ada 25 titik rest area yang menerapkan physical distancing. Salah satu aturannya adalah pembatasan jumlah kendaraan yang masuk rest area hingga 50 persen dari kapasitas.

Kepala petugas layanan tol juga harus memperhatikan protocol kesehatan Covid-19. Seperti menjaga jarak, menggunakan masker, cuci tangan, dan melakukan sosialisasi lewat sosial media, poster, dan brosur. Disiapkan juga fasilitas ambulan siaga, bekerja sama dengan rumah sakit. Selain itu juga penyemprotan disinfektan pada lokasi dengan suspect corona. 

Kabagops Korlantas Polri Kombes Benyamin menyampaikan hal serupa. Berdasar laporan yang dia terima, lalu lintas kendaraan di jalan-jalan tol turun cukup signifikan. Di samping PSBB, larangan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah juga turut berpengaruh. "Turun terus jumlahnya," kata dia kepada Jawa Pos kemarin. Tidak hanya di Jakarta, penurunan aktivitas lalu lintas di tol luar Jakarta juga tampak. 

Bahkan, tidak cuma lalu lintas di jalan tol, lalu lintas di luar tol juga berkurang. Keterangan itu disampaikan oleh Benyamin lantaran pihaknya menyebar petugas bukan hanya di jalan tol. Dia menyebut, personel Korlantas Polri yang ada di delapan Polda di Lampung dan Jawa menyekat kendaraan sampai ke jalan-jalan di luar tol. "Kan macam-macam cara orang untuk menghindari penyekatan oleh petugas," terangnya. 

Benyamin mengungkapkan bahwa sedikitnya sudah ada 9.400 kendaraan yang diminta putar balik. Mereka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan karena hendak mengantar pemudik ke kampung halaman masing-masing."Kalau untuk Polda Metro (Jaya) sendiri itu sudah lima ribuan dan gabungan keseluruhan itu 9.400. Itu untuk gabungan semua," bebernya. Angka itu sangat mungkin terus bertambah, mengingat penyekatan masih terus dilakukan. (syn/wan)

Editor : izak-Indra Zakaria
#corona #Sulawesi dan Jawa