Prokal.co, Baru-baru ini, nama Nova Siswanto menjadi viral di Twitter atau X karena dugaan plagiarisme atas novel karyanya oleh Bramana Family. Kasus ini telah menarik perhatian warganet dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Nova Siswanto adalah seorang penulis yang dikenal dengan karya-karyanya yang sering mengangkat tema Another Universe (AU). Ia aktif di media sosial, khususnya TikTok, dengan akun bernama @mencintaimantan.
Salah satu karya Nova yang paling terkenal adalah novel berjudul "Mencintai Mantan". Novel ini mendapatkan banyak penggemar dan menjadikan Nova sebagai salah satu penulis yang diperhitungkan di dunia literasi digital.
Kasus plagiarisme ini bermula ketika Nova menduga bahwa novel karyanya telah diplagiat oleh Bramana Family. Kecurigaan Nova muncul setelah ia menemukan banyak kesamaan dalam alur cerita, penokohan, dan konflik antara novel miliknya dan karya Bramana Family.
Nova yang awalnya hanya menganggap kesamaan tersebut sebagai kebetulan, mulai memperhatikan lagi dengan seksama alur cerita dari novel milik Bramana Family. Nova menemukan bahwa meskipun percakapannya berbeda, namun kejadian-kejadian dalam alur cerita di novel milik Nova diduga sama persis dengan milik Bramana Family.
Salah satu akun yang pertama kali membagikan kasus ini adalah akun @cingreborn di Twitter atau X. Akun ini menuliskan, "Miris, novel almarhum Mencintai Mantan di plagiat dan setelah almarhum meninggal dunia, belum ada titik keadilan baginya."
Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian dari banyak warganet yang ramai-ramai memberikan komentar. Beberapa di antaranya menuntut agar buku hasil plagiasi tersebut ditarik dari peredaran dan menanyakan mengapa pihak penerbit belum memberikan klarifikasi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bramana Family terkait dugaan plagiarisme ini. Warganet terus mendesak agar mereka memberikan klarifikasi dan tanggung jawab atas kasus ini.
Pihak penerbit juga belum memberikan tanggapan resmi mengenai kasus ini, yang membuat warganet semakin geram dan terus mengawal perkembangan kasus ini dengan tagar #JusticeForNova.
Editor : Rahman Hakim