Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

BRI dan Pegadaian Dukung Bank Emas, Sunarso: Sumber Pertumbuhan Baru dan Likuiditas Pembangunan

Rahman Hakim • 2025-03-01 10:20:34

Photo
Photo

PROKAL.CO, Direktur Utama BRI, Sunarso, menilai peresmian layanan Bank Emas oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (26/02) sebagai langkah strategis yang akan berdampak positif terhadap likuiditas pembangunan di Indonesia.

Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya menguntungkan korporasi, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Baca Juga: Di Tengah Tantangan Ekonomi, BRI Cetak Kinerja Positif Berkat Manajemen Risiko yang Solid

"Ini merupakan sumber pertumbuhan baru. BRI sangat mendukung pembentukan bullion services karena kami telah membangun holding ultramikro dan berkomitmen mendukung ekonomi kerakyatan," ujar Sunarso.

Manfaat Bank Emas bagi Masyarakat

Sunarso menyoroti bahwa pelaku industri emas di Indonesia tidak hanya berasal dari perusahaan besar, tetapi juga masyarakat kecil yang memerlukan akses ke sistem keuangan formal.

Dengan adanya bullion bank, masyarakat kini memiliki lebih banyak opsi dalam mengelola emas mereka.

Masyarakat dapat menabung emas dengan menyetor Rupiah dan mendapatkan saldo dalam gram. Selain itu, mereka juga bisa langsung menyetor emas dalam gram, di mana saldonya tetap dalam bentuk gram, jelasnya.

Baca Juga: Keberhasilan Abon Cap Koki di BRI UMKM EXPO(RT): Bawa Produk Purbalingga ke Pasar Dunia

Selain sebagai sarana menabung, bullion bank juga memberikan fasilitas pembiayaan berbasis emas. "Jika memiliki emas, masyarakat bisa menitipkannya. Sedangkan yang membutuhkan emas, dapat mengakses kredit emas dan mengembalikannya dalam bentuk yang sama," tambah Sunarso.

Optimalisasi Potensi Emas Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menyoroti besarnya jumlah emas yang dimiliki masyarakat namun belum masuk ke sistem keuangan formal, yakni sekitar 1.800 ton.

"Saat ini emas masih banyak disimpan di tempat yang tidak terduga, seperti di bawah bantal, di toilet, bahkan di balik batu bata. Ini realitas yang harus kita ubah," ungkap Erick Thohir.

Sunarso menambahkan bahwa kehadiran Bank Emas akan membantu memonetisasi emas yang selama ini hanya disimpan secara pribadi.

Baca Juga: Sinergi BRI Group: Bank Emas Jadi Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi

Dengan begitu, aset tersebut bisa dioptimalkan untuk meningkatkan likuiditas dalam perekonomian nasional.

"Jika kita monetisasi emas ini, maka akan menjadi sumber likuiditas pembangunan. Dan bagi BRI, ini adalah peluang pertumbuhan baru," tegasnya.

Pengembangan Produk Derivatif Emas

Selain layanan utama seperti tabungan, deposito, dan kredit emas, BRI juga membuka peluang pengembangan produk turunan atau derivatif emas.

Baca Juga: Meningkatkan Ekowisata Pulau Maratua dengan Dukungan Program BRI Menanam – Grow & Green

"Jika emas dapat disekuritisasi, maka likuiditasnya akan meningkat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Sunarso.

BRI turut berperan aktif dalam ekosistem bullion bank melalui berbagai saluran, termasuk Pegadaian dan layanan digital seperti BRImo.

"Transaksi bisa dilakukan langsung lewat BRI, terutama melalui BRImo. Selain itu, Pegadaian juga berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekosistem ini, yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi BRI," jelasnya.

Dengan kehadiran bullion bank, Sunarso optimistis sektor keuangan nasional akan semakin berkembang dan masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan keuangan berbasis emas.

Editor : Rahman Hakim
#bri #bbri #bank emas #bullion #pegadaian