Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Bidik Indonesia Jadi Superpower, Mentan Amran Dorong Kampus Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian Pangan

Redaksi • Minggu, 7 Juni 2026 | 09:42 WIB
PERAN: Andi Amran Sulaiman saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 6 Juni 2026. ISTIMEWA
PERAN: Andi Amran Sulaiman saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 6 Juni 2026. ISTIMEWA

PROKAL.CO, KENDARI – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman, mengajak perguruan tinggi mengambil peran strategis dalam menjaga swasembada pangan dan mendorong hilirisasi komoditas pertanian nasional.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam (SDA) Indonesia harus dipadukan dengan sumber daya manusia (SDM) unggul agar Indonesia mampu menjadi negara superpower berbasis pangan dan agroindustri.

"Kita sudah membuktikan swasembada pangan. Sekarang tantangannya adalah bagaimana menjaga keberlanjutannya dan melangkah ke hilirisasi. Indonesia sangat kaya, tetapi kekayaan itu harus bertemu dengan SDM yang tangguh. Di situlah peran kampus menjadi sangat penting," kata Amran saat memberikan kuliah umum di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6/2026) dengan tema Dari Kampus untuk Negeri, Penguatan Nilai Kebangsaan, Inovasi Pertanian, dan Kemandirian Pangan Nasional.

Baca Juga: Skandal Segel Mesin Guncang Moto3: Adrian Fernandez Didiskualifikasi dari Enam Seri, Veda Ega Pratama Melesat ke Tiga Besar Dunia

Ia menegaskan, capaian swasembada pangan Indonesia telah mendapat pengakuan internasional.

Data FAO, USDA, serta BPS menunjukkan peningkatan produksi nasional yang signifikan. Stok beras pemerintah bahkan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia mencapai 5,3 juta ton.

"Ini bukan kerja satu orang, melainkan kerja bersama. Ada petani, perguruan tinggi, mahasiswa, TNI, Polri, dan seluruh elemen bangsa. Kita membuktikan bahwa Indonesia tidak harus bergantung pada impor pangan," ujarnya.

Menurut Mentan Amran, keberhasilan tersebut membuat Indonesia tidak lagi menjadi pasar utama bagi negara-negara pengekspor beras.

Setelah berhasil memperkuat produksi, pemerintah kini mengarahkan fokus pada hilirisasi agar nilai tambah komoditas pertanian dinikmati di dalam negeri.

Ia mencontohkan potensi besar Sulawesi Tenggara yang memiliki keunggulan di komoditas Perkebunan yang dapat menjadi basis pengembangan industri pengolahan.

"Kalau hanya menjual bahan mentah, nilainya kecil. Tetapi kalau misalnya kelapa diolah menjadi VCO, santan, coconut milk, dan produk turunannya, nilainya bisa berkali-kali lipat. Mimpi kita adalah hilirisasi seluruh komoditas sehingga kesejahteraan petani meningkat," jelasnya.

Baca Juga: Disdikbud Kaltim Hapus Status Honorer dan Alihkan ke Skema Tenaga Pengganti

Oleh karena itu, Mentan Amran mengajak Universitas Halu Oleo untuk memperkuat kolaborasi riset dan inovasi bersama Kementerian Pertanian.

Ia meyakini, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam melahirkan teknologi dan sumber daya manusia yang mampu menopang transformasi sektor pertanian nasional.

"ITS sudah menghasilkan inovasi minyak sawit menjadi bahan bakar, Benwit (bensin sawit). Saya berharap Universitas Halu Oleo juga bisa berkontribusi melahirkan inovasi baru. Kalau sudah berhasil, kita jadikan industri," katanya.

Selain memaparkan arah pembangunan pertanian nasional, Mentan Amran juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani bermimpi besar dan keluar dari zona nyaman.

"Kalau ingin mengubah nasib, harus punya mimpi besar, doa besar, dan tindakan nyata. Yang paling sulit adalah bertahan dalam tekanan. Jangan takut berproses. Berjuang sekarang jauh lebih baik daripada menyesal kemudian. Kalian berhak menggenggam masa depan republik ini, tetapi harus dipersiapkan dari hari ini," tegasnya.

Mentan Amran menambahkan, kekuatan Indonesia berada pada tiga sektor vital, yakni pangan, air, dan energi. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah serta generasi muda yang inovatif, ia optimistis Indonesia mampu menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Baca Juga: Hutan Kalteng Kritis, Pemprov Gandeng Masyarakat Adat Lakukan Pemulihan

"Indonesia punya modal besar. Tinggal bagaimana kita satukan kekayaan alam dengan kualitas SDM. Kalau itu terjadi, Indonesia akan menjadi negara superpower," katanya. (*)

Editor : Faroq Zamzami
#andi amran sulaiman #mentan ri #hilirisasi #swasembada pangan