Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lanal Lampung Siap Tampung Kapal Induk Pertama TNI AL, Kru Sudah Mendarat di Italia

Redaksi Prokal • Selasa, 14 Juli 2026 | 06:36 WIB
Panglima Koarmada Republik Indonesia Laksamana Madya TNI Denih Hendrata memeriksa kesiapan Lanal Lampung sebagai lokasi sandar dan labuh kapal induk Guseppe Garibaldi. (Koarmada Republik Indonesia)
Panglima Koarmada Republik Indonesia Laksamana Madya TNI Denih Hendrata memeriksa kesiapan Lanal Lampung sebagai lokasi sandar dan labuh kapal induk Guseppe Garibaldi. (Koarmada Republik Indonesia)

JAKARTA – Langkah TNI Angkatan Laut untuk memiliki kapal induk pertama dalam sejarah Indonesia kian mendekati kenyataan. Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung kini tengah disiapkan secara intensif sebagai lokasi berlabuh dan bersandar bagi kapal induk Giuseppe Garibaldi yang didatangkan dari Italia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal), Laksma TNI Tunggul, menegaskan bahwa segala fasilitas penunjang di Lampung sedang dikebut agar rampung sebelum alutsista raksasa tersebut tiba di tanah air. Ia juga menjelaskan perbedaan teknis terkait fasilitas yang sedang dibangun.

”Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodir tempat labuh maupun bersandar dari Garibaldi. Kalau labuh itu berlabuh jangkar berarti tidak membutuhkan dermaga. Tapi, kalau sandar itu berarti sandar di dermaga,” ujar Laksma TNI Tunggul kepada awak media. Pembangunan ini dipastikan mencakup berbagai infrastruktur vital pendukung operasional kapal. Laksma Tunggul berharap seluruh proses ini berjalan linear dengan persiapan unit kapalnya di Eropa.

”Ini terus berjalan, terus berjalan. Sehingga harapannya sebelum Garibaldi sampai di Indonesia semuanya sudah siap,” tambah Perwira Tinggi bintang satu tersebut.

Ratusan Pelaut TNI AL Mulai Latihan Bersama di Italia

Tidak hanya fokus pada infrastruktur domestik, TNI AL bergerak cepat dengan mengirimkan sekitar 100 pelaut terbaiknya langsung ke Italia. Langkah ini diambil untuk memastikan proses adaptasi dan penguasaan teknologi kapal induk berjalan mulus sebelum proses penyeberangan ke Indonesia dilakukan.

”Kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian latihan sebelum pelaksanaan penyeberangan,” ungkap Tunggul. Nantinya, para prajurit Indonesia tidak akan langsung membawa kapal tersebut sendirian, melainkan melalui skema joint crew bersama militer Italia hingga kapal bersandar di tanah air untuk proses serah terima total.

”Joint crew itu sebagian dari TNI Angkatan Laut dan sebagian dari personel Angkatan Laut Italia. Kemudian sampai di Indonesia akan terus dilaksanakan serah terima sampai dengan 100 persen pengawakan dari prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas Kadispenal secara rinci.

Rebutan Nama KRI Gadjah Mada atau KRI Panglima Soedirman

Mengenai identitas baru sang kapal induk, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi dua nama besar yang akan diusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

”Namanya belum ditentukan, nanti kami nunggu mungkin dari bapak presiden atau dari menhan akan memberikan usulan namanya. Memang salah satunya itu, salah satu usulannya ada Gadjah Mada, ada Panglima Soedirman,” tutur Laksamana TNI Muhammad Ali saat ditemui di Jakarta.

KSAL menambahkan bahwa urusan teknis perbaikan serta anggaran sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian Pertahanan (Kemhan), sementara fokus utama TNI AL saat ini adalah kesiapan personel.

”Itu Kementerian Pertahanan yang lebih paham masalah anggaran maupun biayanya. Yang penting kami siap mengawaki,” tegas orang nomor satu di TNI AL tersebut. Di sisi lain, Kementerian Pertahanan memastikan bahwa proses administrasi dan persiapan pengiriman dari Italia terus berjalan sesuai rencana. Kapal induk pertama ini ditargetkan mampu memperkuat poros maritim Indonesia pada tahun ini juga.

”Kapal Garibaldi masih proses, sedang berjalan dan sudah dalam proses tahapan untuk persiapan pengiriman ke Indonesia,” konfirmasi Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Meski demikian, Kemhan tidak menampik adanya tantangan logistik global, terutama ketegangan situasi keamanan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rute pelayaran kapal.

”Dengan kondisi Selat Hormuz, yang konflik juga di sana, jadi mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman dan sebagainya,” pungkas Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait yang tetap optimistis TNI AL mampu mengawaki alutsista baru ini dengan maksimal. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Kapal Induk Indonesia #Giuseppe Garibaldi