TANAH GROGOT– Gangguan distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali dikeluhkan oleh warga Tanah Grogot, khususnya di Desa Tepian Batang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir, aliran air PDAM lebih sering mati dibandingkan mengalir secara normal.
"Sering matinya daripada hidupnya, sementara beban pembayaran tetap sama," ujar Candra, warga setempat, saat ditemui Paser Pos. Menurut Candra, air bersih hanya mengalir beberapa jam dalam satu minggu. Kondisi ini sangat menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi, dan mencuci.
Keluhan juga datang dari pelaku usaha. Rina, pemilik rumah makan di kawasan Grogot, mengaku bahwa suplai air dari PDAM hampir setiap hari terputus, sehingga aktivitas dapurnya harus bergantung pada air galon.
"Semua aktivitas dapur sekarang pakai air galon. Sering mati air sangat mengganggu, apalagi kami butuh banyak air untuk masak dan mencuci. Pernah konfirmasi ke PDAM, katanya ada pipa yang pecah," ungkap Rina.
Hari itu, air PDAM kembali tidak mengalir, memaksa Rina kembali menggunakan air galon untuk keperluan usahanya. Berdasarkan pantauan Paser Pos, pemadaman air terjadi sejak pagi hingga sore kemarin. Dugaan sementara, gangguan ini disebabkan oleh kebocoran pipa ductile berdiameter 400 mm di wilayah Desa Damit, Kecamatan Pasir Belengkong. Pipa tersebut merupakan jalur distribusi utama menuju Instalasi Pengolahan Air (WTP) Tepian Batang. (*)
Editor : Indra Zakaria