PROKAL.CO, TANAH GROGOT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menyatakan kesiapan daerahnya menjadi lumbung pangan bagi Kalimantan Timur (Kaltim).
Optimisme ini didukung oleh data surplus beras serta program cetak sawah seluas 4.000 hektare yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim pada 2026.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Pemkab Paser, Amiruddin Ahmad, saat membuka Sosialisasi Penyaluran Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Februari–Maret 2026 di Aula Rimbawan, Selasa (31/3/2026).
Amir menegaskan, ketahanan pangan menjadi pilar utama pembangunan daerah menuju visi Paser Tuntas. Ia memastikan ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Paser saat ini dalam kondisi aman.
Baca Juga: Tragis, Kebakaran Dini Hari di Kabupaten Paser Tewaskan Kakek dan Cucu
"Stok yang tersedia meliputi 1,3 juta kilogram beras medium, 38 ribu kilogram beras premium (dengan 30 ribu kilogram dalam perjalanan), 13 ribu kilogram gula pasir, 91 ribu liter minyak goreng (dengan 122.400 liter dalam perjalanan), serta 3.500 kilogram daging sapi," kata Amir.
Baca Juga: Kursi Panas NasDem di Karang Paci: Andi Burhanuddin Solong Segera Melenggang ke DPRD Kaltim
Dalam agenda tersebut, Pemkab Paser bersama Perum Bulog menyalurkan bantuan program Kementerian Sosial berupa 458.260 kilogram beras dan 91.652 liter minyak goreng. Bantuan ini menyasar 22.913 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 10 kecamatan.
Terkait penyaluran bantuan, Amir menekankan instruksi Bupati Paser, Fahmi, agar perangkat desa melakukan pengkinian data secara transparan. Ia meminta agar bantuan diberikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan kedekatan personal.
"Seluruh jajaran harus memastikan bantuan ini tepat sasaran dan sampai ke tangan yang berhak. Mari hilangkan kebiasaan memberikan bantuan karena kedekatan, karena masih banyak warga yang jauh lebih membutuhkan," tegasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Paser dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai penyangga kebutuhan pangan di wilayah Kaltim dan Kalimantan Selatan (Kalsel). (jib/far)
Editor : Faroq Zamzami