Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemkab Paser Terus Kejar Persiapan Porprov Kaltim, Dua Venue Masih di Bawah 50 Persen, Targetkan Semua Rampung Oktober 2026  

Redaksi • Kamis, 30 April 2026 | 10:19 WIB
AGENDA: Venue untuk Porprov Kaltim 2026 di Paser terus dikebut sebelum pelaksanaan November 2026. FOTO ILUSTRASi/M NAJIB/KALTIM POST
AGENDA: Venue untuk Porprov Kaltim 2026 di Paser terus dikebut sebelum pelaksanaan November 2026. FOTO ILUSTRASi/M NAJIB/KALTIM POST

PROKAL.CO, TANAH GROGOT – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser mempercepat pengerjaan sejumlah venue cabang olahraga (cabor) untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim Ke-8 yang akan digelar November 2026.

Langkah ini sebagai tindak lanjut atas atensi khusus Bupati Paser, Fahmi Fadli, terhadap proyek venue yang progresnya masih di bawah 50 persen.

Baca Juga: Efisiensi di Tengah Lonjakan BBM: BPTD Kaltim Lirik Biosolar Demi Selamatkan Operasional Balikpapan City Trans

Kabid Olahraga, Disporapar Paser, Abdhy Fermana, mengungkapkan saat ini terdapat dua venue prioritas yang pengerjaannya masih di angka 44 persen. Yakni, venue sepak takraw dan GOR senam. Meski demikian, pihaknya optimistis kedua fasilitas tersebut akan rampung tepat waktu.

"Kami optimistis karena sebenarnya tinggal proses finishing. Pekerjaan struktur yang memakan waktu lama sudah selesai, sekarang tinggal dinding bata, lantai, atap, dan eksterior," kata Abdhy, Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Waduh, Warga Wajib Waspada, BPBD PPU Deteksi Buaya Masuk Jalur Drainase Tunan dan Waru, Juga Masuk Area Perkebunan

Disporapar memberikan target kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan maksimal dalam waktu lima bulan, terhitung sejak April ini. Dengan skema tersebut, seluruh venue, termasuk yang progresnya sudah di atas 50 persen, diharapkan tuntas pada Oktober 2026.

"Kami berharap awal Mei sudah berkontrak. Jika berjalan sesuai rencana, Oktober semua sudah selesai sebelum pelaksanaan di November," imbuhnya.

Di balik optimisme tersebut, Abdhy mengakui adanya tantangan teknis akibat kenaikan harga BBM solar non-subsidi (Dexlite) sejak 18 April lalu. Fenomena ini berdampak langsung pada kenaikan harga material bangunan di pasar.

Akibat perubahan harga tersebut, Disporapar sempat menarik kembali berkas pengadaan barang dan jasa untuk melakukan penyesuaian harga perkiraan sendiri (HPS).

Baca Juga: Alarm Bahaya! Tren Cuci Darah Hantui Remaja Balikpapan, DPRD Desak Langkah Konkret 

"Perencanaan yang sudah masuk terpaksa kita tarik kembali untuk diperbaiki harganya sesuai harga pasar sekarang. Setelah semua diperbaiki, ada sekitar lima hingga tujuh paket pekerjaan yang akan segera dilelang bulan April ini," kata Abdhy. (jib/far)

Editor : Faroq Zamzami
#porprov kaltim #paser #venue