TANJUNG REDEB - Progres pembangunan rumah sakit (RS) baru di Jalan Sultan Agung sudah mencapai 21,8 persen. Targetnya akhir Juli sudah bisa di-launching.
Bupati Berau Sri Juniarsih bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, meninjau langsung progres pembangunan RS baru tersebut.
"Saya baru saja meninjau pembangunan RS baru yang akan dibangun sebanyak empat lantai. Alhamdulillah sejauh ini berjalan dengan lancar," ungkapnya.
RS tersebut diyakini akan mempermudah masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Seiring dengan Kabupaten Berau sebagai daerah wisata, tentunya banyak tamu dan pengunjung yang datang. Tentu penting untuk memenuhi semua fasilitas, baik kesehatan pun fasilitas penunjang lainnya.
"Walaupun semuanya dikerjakan secara bertahap, saya mohon dukungannya supaya semua rencana bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan," katanya.
Rencananya, RS tersebut akan di-launching pada akhir Juli. Meskipun baru progres awal saja. Makanya, dia mendorong instansi terkait untuk mempercepat pekerjaan fisik supaya bisa mencapai target.
Di sisi lain, Sri Juniarsih juga memastikan bahwa relokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga yang lokasinya berdekatan dengan lokasi RS baru juga terus berproses. Namun ditegaskan, ketika nantinya RS memasuki proses akreditasi, tentunya TPA sudah dipindah ke lokasi yang baru.
"Relokasi TPA sedang berproses, saat ini masih digunakan. Tapi ketika RS sudah proses akreditasi, kita sudah tidak mungkin memfungsikan TPA Bujangga lagi," bebernya.
Ia menambahkan, hal itu juga diiringi dengan pengembangan RSUD dr Abdul Rivai yang juga sedang berproses dan dibangun tiga lantai. Sementara bangunan RSUD yang sudah ada akan dirapikan untuk difungsikan menjadi ruang rawat inap.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Permukiman Penataan Bangunan Jasa Konstruksi (P3BJK) DPUPR Berau, Junaidi, menambahkan secara fisik progres pembangunan RS baru sudah mencapai 21,8 persen. Ada deviasi positif dari rencana awal yakni, 21,5 persen. Pada tahap awal, diutamakan pematangan lahan. Meski volumenya besar, namun bobotnya kecil.
"Progres tersebut sudah sesuai dengan rencana awal. Targetnya Agustus nanti struktur bangunan sudah selesai semua," ungkapnya.
Struktur tersebut akan membuat kemajuan menjadi 35 persen. Selanjutnya, pada September akan dilanjutkan mechanical electrical 40 persen. Sehingga porsi terakhir sekitar 25 persen sisanya tinggal penyelesaian, kemudian penataan lingkungan.
"Jadi November kami sudah bisa komisioning, maka target selesai 100 persen pada Desember nanti bisa dikejar," paparnya.
Dijelaskannya, saat ini lantai basement sudah dikerjakan dan akan dilanjutkan untuk mengecor lantai dua. Sembari dicor, bagian bawah sudah bisa paralel pemasangan bata sekaligus penyelesaian. Sehingga, Juli nanti satu lantai sudah diselesaikan.
"Kalau untuk pekerjaan ini paralel saja. Minggu depan tukang sudah datang dan bisa langsung kita pasang bata," ucapnya.
Dipastikan, rencana secara keseluruhan akan berjalan sesuai target. Apa yang menjadi harapan bupati akan diupayakan dapat direalisasikan. "Kalau menurut kami itu bisa kita kejar," tegasnya.
Adapun pembangunan RS tersebut sudah memakai anggaran sekitar Rp 50 miliar dari yang dialokasikan tahun ini sebanyak Rp 248 miliar. Itu semua baru untuk bangunan utama RS.
"Setelah itu selesai, tentunya akan dibangun perumahan para medis dan pelengkap lain yang dibutuhkan," tuturnya. (*/aja/adv)
Editor : Faroq Zamzami