Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cegah Malaria, OIKN Bagikan Ribuan Kelambu Berinsektisida

Wawan • 2024-05-02 12:04:06
Photo
Photo

PENAJAM - Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian malaria di Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN bekerja sama Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU), mengadakan pertemuan finalisasi tim task force IKN bebas malaria, di Kantor Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Sepaku, Rabu (24/4).

Selain itu, kegiatan intervensi malaria juga diselenggarakan, termasuk pembagian kelambu antimalaria di Kantor Desa Bumi Harapan, Sepaku, PPU, Kamis (25/4).

“Kita di IKN itu punya program, IKN bebas malaria. Di ibu kota tidak boleh ada penularan penyakit khususnya malaria, karena IKN akan menjadi kota layak huni liveable city dan kota yang dicintai loveable city sehingga penghuninya harus hidup nyaman terhindar dari penularan dan faktor risiko penyakit,” kata Deputi Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Alimuddin melalui Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN Suwito kepada Kaltim Post, Sabtu (27/4).

“Dalam rangka pencegahan dan pengendalian malaria, kita harus melibatkan lintas sektor dan lintas program, sehingga semua nanti akan ikut berperan serta dan ikut bertanggung jawab dalam rangka mewujudkan IKN bebas malaria," sambungnya.

Ia mengonfirmasi bahwa saat ini wilayah IKN bebas dari penularan malaria. Namun, untuk pencegahan dan antisipasi di masa depan, perlu dibentuk Tim Task Force IKN Bebas Malaria.

Tugas tim mencakup penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan, serta berkolaborasi dengan pakar dan pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria di wilayah IKN. Suwito juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan sebagai langkah pencegahan malaria.

Ia menekankan bahwa mengeliminasi habitat perkembangbiakan nyamuk, yang merupakan vektor penyakit tersebut, adalah kunci dalam upaya pencegahan.

“Nyamuk Anopheles beraktivitas mencari darah malam hari. Ketika bepergian ke luar rumah malam hari sebaiknya menggunakan baju dan celana lengan panjang, menggunakan repelen antinyamuk, serta mengenakan kelambu saat tidur malam hari," katanya.

Menurutnya, pembagian kelambu kepada masyarakat di kawasan IKN adalah bagian penting dari intervensi pengendalian dan pencegahan malaria, seperti dikatakan Dedy dari Kementerian Kesehatan RI.

“Kelambu ini adalah kelambu berinsektisida, dengan harapan kelambu ini bisa menjadi pelindung di saat sedang tidur atau beristirahat.

Nyamuk untuk malaria ini adalah jenis nyamuk Anopheles, yang jam operasionalnya di malam hari.

Kelambu ini memiliki insektisida yang aman untuk kita, dan jika ada nyamuk yang hinggap maka lama-lama nyamuk itu akan mati karena terkena zat insektisida yang ada di kelambu,” tutur Dedy.

Ia juga menjelaskan cara merawat kelambu yang benar, yaitu dengan tidak mencucinya menggunakan detergen dan tidak menjemurnya di bawah terik matahari langsung, karena hal tersebut dapat merusak zat insektisida yang terkandung dalam kelambu.

Dedy juga mengimbau masyarakat untuk aktif menggunakan kelambu yang telah dibagikan sebagai langkah pencegahan malaria. Sementara, Suwito menyebutkan, saat ini tersedia 60.000 kelambu untuk dibagikan.

"Kita saat ini sudah ada 60.000 kelambu, kita akan bagikan semua ke masyarakat di wilayah IKN ini. Sehingga nanti masyarakat akan lebih terlindung dari gigitan nyamuk dan terhindar penularan malaria," tegasnya. (rie/adv/pro)

Editor : Wawan
#ADV PEMKAB PPU