Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Cerita Tak Biasa Tim Penyelamat Damkar PPU, Mau Evakuasi Pemancing, Malah Minta Selamatkan Mesin Kapal

Faroq Zamzami • 2025-04-29 09:38:04
SIAP-SIAP: Tim Damkar PPU saat bersiap-siap mengevakuasi sembilan pemancing setelah melapor terombang-ambing di perairan Penajam.
SIAP-SIAP: Tim Damkar PPU saat bersiap-siap mengevakuasi sembilan pemancing setelah melapor terombang-ambing di perairan Penajam.

PROKAL.CO, PENAJAM-Sebuah kejadian tak biasa mewarnai operasi penyelamatan di perairan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (27/4/2025).

Tim penyelamat dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten PPU dibuat terheran-heran ketika sembilan pemancing yang dilaporkan terombang-ambing di laut sekitar Pantai Corong, Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, PPU, justru menolak untuk dievakuasi.

Laporan mengenai pemancing yang mengalami masalah di laut itu diterima oleh DPKP PPU pada pukul 10.25 Wita.

Informasi awal dari staf bernama Joko Mardiono menyebutkan bahwa pemancing terombang-ambing di sekitar Pantai Corong, Tanjung Tengah.

Tim gabungan dari Posko Petung dan Posko Waru dengan sigap bergerak menuju lokasi menggunakan unit-unit penyelamat andalan, termasuk Unit Kajama Rescue dan Unit Kajama 5000 L.

Sebanyak sebelas personel diterjunkan dalam misi penyelamatan ini, dipimpin oleh Komandan Regu (Danru) Daud Massang dan Koordinator Lapangan (Korlap) Samsi.

Setelah melakukan perjalanan singkat, tim tiba di titik kumpul pada pukul 11.00 Wita dan mulai melakukan operasi pada pukul 11.15 Wita.

Namun, sesampainya di lokasi yang dilaporkan, petugas penyelamat mendapati situasi yang tidak terduga.

Pelapor menjelaskan, mesin kapalnya terjatuh ke laut saat ia berusaha menghindari reruntuhan sisa bagang. Alih-alih meminta pertolongan untuk dirinya dan rekannya, pelapor justru meminta petugas untuk mengevakuasi mesin kapalnya yang tenggelam.

Petugas penyelamat mencoba menjelaskan risiko dan menawarkan evakuasi kepada para pemancing.

Namun, pelapor dan rekannya bersikeras menolak untuk dievakuasi dan menyatakan bahwa mereka dalam kondisi aman jika ditinggalkan.

“Kami sudah menjelaskan dan menanyakan, ternyata mereka menolak dievakuasi orangnya dan berkata aman-aman saja jika ditinggal petugas,” ungkap salah satu anggota tim penyelamat dalam laporan kejadian, Minggu (27/4/2025).

Kesembilan pemancing itu, delapan orang terdata masih anak-anak karena rata-rata berusia 15 tahun. Hanya satu yang berusia 19 tahun.

Menghadapi permintaan yang tidak lazim ini, tim penyelamat akhirnya memutuskan untuk kembali ke posko pada pukul 14.20 Wita. Mereka terpaksa meninggalkan para pemancing tersebut di laut sesuai dengan permintaan mereka.

Kepala Seksi Penyelamatan, DPKP PPU, Sanuddin, yang turut memantau operasi dari kantor, membenarkan kejadian tersebut. 

“Kami menerima laporan adanya pemancing yang terombang-ambing, dan tim langsung bergerak. Namun, situasinya memang di luar dugaan,” katanya. (far)

ARI ARIEF

ari.arief@kaltimpost.co.id     

Editor : Faroq Zamzami
#ADV PEMKAB PPU #pemancing #ppu #tim penyelamat #penajam #DPKP #pemkab ppu