Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Distanak Serahkan Bantuan Pupuk Cair

uki-Berau Post • 2022-12-10 02:12:17
SALURKAN BANTUAN: Kepala Distanak Berau Junaidi, menyerahkan bantuan pupuk cair untuk para petani di lima kecamatan, beberapa waktu lalu.
SALURKAN BANTUAN: Kepala Distanak Berau Junaidi, menyerahkan bantuan pupuk cair untuk para petani di lima kecamatan, beberapa waktu lalu.

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau Junaidi, menyerahkan secara langsung bantuan 3.829 liter pupuk cair, untuk 18 kelompok tani yang tersebar di 5 kecamatan, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Junaidi, 5 kecamatan tersebut yakni, Batu Putih, Gunung Tabur, Sambaliung, Teluk Bayur, dan Tanjung Redeb. Pemberian pupuk cair ini bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian organik.

“Kami ingin mengurangi ketergantungan terhadap pengunaan bahan kimia,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Junaidi, pihaknya mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik. Pemerintah pusat juga telah menggulirkan bantuan pupuk cair organik bersubsidi eco fresh, yang dapat mendukung produktivitas tanaman pangan petani. Bahkan tahun ini, jumlah yang digulirkan lebih besar dibandingkan tahun lalu.

“Untuk tahun depan juga akan kembali mendapatkan bantuan agar tanaman holtikultura bisa berkembang. Agar mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, memperbaiki unsur hara atau struktur tanah,” paparnya.

Dijelaskan Junaidi, pupuk organik memiliki keunggulan dibandingkan dengan pupuk anorganik, sintetik atau kimiawi. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat menjaga potential of hydrogen (pH) tanah, sebagai unsur hara. Dan secara fisik menggemburkan tanah juga menambah bahan organik tanah. Meskipun kandungannya tidak setinggi pupuk anorganik, tetapi jenis unsur hara yang disediakan pupuk organik lebih lengkap.

Tidak hanya mengandung unsur hara makro seperti NPK, tetapi unsur hara mikro. “Sekarang ini, tanah menggunakan pupuk kimia jangka panjang. Kemudian sebagian besar bahan organik tanah jarang yang mencapai lima persen. Rata-rata tiga persen, dan ini membuat pertumbuhan tanaman tidak bagus,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Berau ini mengungkapkan, penggunaan pupuk organik di petani belum optimal. Mayoritas pupuk organik digunakan petani hortikultura. Untuk petani seperti padi, jagung, ketela, singkong, dan kedelai, disebutnya belum maksimal.

“Sebenarnya banyak manfaat menggunakan pupuk organik, karena ramah lingkungan. Tetapi pola pikir petani belum sampai ke sana. Kelemahan pupuk organik justru biayanya mahal, selain itu prosesnya lama,” bebernya

Ditambahkannya, sektor pertanian di Berau memang terus digenjot karena memiliki wilayah dan alam yang sangat mendukung. Apalagi dengan kunjungan Gubernur Kaltim beberapa waktu lalu, yang melihat besarnya potensi sektor pertanian dan perkebunan di Berau. Dalam kunjungan tersebut, gubernur juga memberikan bantuan bibit, pupuk, juga beberapa alat pertanian kepada para petani di Berau.

“Ini bisa menjadi penyemangat juga. Jadi petani tidak lagi bergantung pada pupuk kimia,” jelasnya.

Dan bantuan pupuk cair yang akan didistribusikan tersebut memang dirasa sangat dibutuhkan oleh petani saat ini. Apalagi untuk cara penggunaan dan pemanfaatan pupuk cair tersebut tergolong mudah atau tidak terlalu sulit. “Saya harap dengan bantuan pupuk organik cair ini bisa meningkatkan hasil produksi pertanian. Dan benar-benar dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (adv/hmd/udi)

Editor : uki-Berau Post
#Advertorial