TANJUNG SELOR - Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltara Tahun 2023, sampai akhir Oktober masih berada di 54,59 persen. Hal itu, disampaikan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara Denny Harianto.
Ia mengungkapkan, realisasi sampai saat ini memang belum mencapai 70 persen. Namun ia optimis hingga akhir tahun bisa mencapai 90 persen bahkan lebih. Apalagi, jika melihat progres sampai saat ini sudah mulai bergerak dan beberapa pengerjaan fisik mulai dicairkan.
“Kita lihat ini sudah ada pencairan. Termasuk kegiatan fisik. Sudah dicairkan juga pengerjaan-pengerjaan gedung Pemprov Kaltara yang tengah dibangun,” terangnya, Minggu (29/10).
Ia mengakui, setiap tahun memang seperti itu. Diharapkan di sisa waktu yang ada akan dikejar realisasi dan serapannya. Bahkan BKAD Kaltara berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di mana diminta untuk segera mengejar serapan anggaran.
“Kita terus melakukan koordinasi agar bisa diselesaikan. Kalau berbicara pembayaran kita sudah siap, tinggal diajukan saja dokumen yang diperlukan untuk mencairkan,” tutur dia.
Sudah menjadi hal yang biasa, triwulan III APBD belum mencapai 70 persen. Biasanya, akan mengalami kenaikan di awal triwulan IV. Ia mengakui hal itu belum ideal. Namun ada kegiatan besar yang tengah berjalan. Hal itu yang nantinya akan menunjang kenaikan serapan APBD Kaltara tahun ini.
Sejumlah pekerjaan yang mendorong kenaikan serapan APBD, lanjut dia, merupakan program fisik seperti pembangunan yang tengah berjalan. Kemudian, ada juga penanganan jalan-jalan yang menjadi kewenangan provinsi. Infrastruktur menjadi salah satu proyek yang akan menunjang serapan APBD.
“Ini sudah biasa. Pembangunan gedung-gedung milik Pemprov Kaltara yang saat ini tengah berjalan, nanti akan menunjang serapan anggaran. Begitu juga penanganan jalan yang dianggarkan pada APBD 2023,” tandas Denny. (dkisptlhms)
Editor : izak-Indra Zakaria