Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Program SLP Bergulir di SD 013 Penajam, Makmur Marbun: Kepedulian Dimulai sejak Dini                                           

Ahmad Maki • Senin, 19 Februari 2024 - 15:35 WIB

 

Photo
Photo

PEMBUKAAN: Pj Bupati PPU Makmur Marbun bersama Rusmilawati membuka start untuk murid SD 013 Giri Mukti Kecamatan Penajam dalam pembagian makanan bergizi dalam kegiatan SLP, Sabtu (17/2).
PEMBUKAAN: Pj Bupati PPU Makmur Marbun bersama Rusmilawati membuka start untuk murid SD 013 Giri Mukti Kecamatan Penajam dalam pembagian makanan bergizi dalam kegiatan SLP, Sabtu (17/2).
 

Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) adalah upaya untuk menggali dan memperkuat kepribadian bangsa Indonesia dalam pendidikan.

 

PENAJAM - Melalui program Bakti Sosial (Baksos) Peduli dan Berbagi Makanan Bergizi Tinggi untuk Masyarakat, Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) yang dicanangkan oleh Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali bergulir. Kali ini, menyasar SD 013 Giri Mukti Kecamatan Penajam, Sabtu (17/2).

Hadir dalam kegiatan itu, Pj Bupati PPU Makmur Marbun mengatakan, pembentukan karakter membutuhkan berbagai kegiatan pendukung. Salah satunya, melalui program SLP yang diterapkan di setiap sekolah.

Menurutnya, sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap peningkatan kecerdasan akademik, tetapi juga terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

"SLP adalah upaya untuk menggali dan memperkuat kepribadian bangsa Indonesia dalam pendidikan," katanya.

Makmur Marbun menjelaskan, bahwa siswa harus memiliki nilai-nilai luhur Pancasila sebagai jati diri bangsa. Kegiatan berbagi makanan bergizi di SD 013 Giri Mukti sebagai upaya untuk memupuk kembali nilai-nilai Pancasila. Seperti sikap kepedulian kepada sesama, saling menghargai, dan semangat gotong royong.

“Hadirnya program sekolah laboratorium Pancasila ini sesuai dengan isi butir-butir Pancasila. Bagaimana peduli dengan sesama, saling menghargai, gotong royong," ujarnya.

Marbun, sapaan akrab Makmur Marbun percaya, bahwa untuk memupuk rasa kepedulian terhadap sesama harus dimulai sejak dini. SLP harus menjadi ruang yang bebas untuk mengekspresikan nilai-nilai kemanusiaan melalui kegiatan sederhana dan relevan. Dengan demikian, para siswa dapat dengan mudah memahami pentingnya memperjuangkan kebaikan bersama melalui praktik-praktik kecil.

“Sekolah memiliki cara masing-masing untuk mengekspresikan kepedulian terhadap sesama," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SD 013 Giri Mukti Kecamatan Penajam, Rusmilawati menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan empati di setiap siswa dalam perilaku sehari-hari. Secara teknis, kegiatan SLP melibatkan seluruh komponen sekolah, termasuk siswa, guru, dan orangtua siswa. Kegiatan ini juga mendorong partisipasi siswa agar lebih aktif.

Baca Juga: PPU Jadi Pilot Project DDP, Pj Bupati: Pemkab Dapat Merancang Pembangunan di Desa

"Lebih dari 500 paket makanan disalurkan kepada masyarakat, dengan tujuan untuk memperkuat hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitarnya," sambungnya.

Rusmilawati menambahkan, bahwa kegiatan ini akan dilakukan setiap bulan. Dengan berbagai kegiatan yang dirumuskan bersama, seperti gotong royong membersihkan lingkungan atau fasilitas publik. “Misalkan bulan ini berbagi makanan bergizi, bulan depan rencananya kami akan melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, atau fasilitas publik seperti tempat ibadah," pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya SLP perdana dilakukan di SMP 5 Penajam Desa Giri Mukti PPU dipercaya menjadi pembuka SLP. (kim/adv/pro)

 

Editor : Indra Zakaria
#pemkab ppu