Gereja Stasi Ratu Pencinta Damai dan Gereja Stasi Santo Antonius merupakan bentuk dari kepedulian Pemda Mahulu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Mahakam Ulu (Mahulu).
UJOH BILANG - Demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui nilai-nilai kerohanian, Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh meresmikan dua gereja Katolik pertama di Kampung Batoq Kelo Gereja Stasi Ratu Pencinta Damai pada Sabtu (27/4) dan Gereja Stasi Santo Antonius di Mamahak Besar pada Minggu (28/4).
Dituntun oleh Uskup Agung Samarinda Yustinus Harjosusanto didampingi oleh Pastor Paroki Santo Petrus Ignasius Ding Jenau, peresmian tersebut turut disaksikan ratusan jemaat katolik yang turut hadir dan ikut serta dalam ibadah misa peresmian. Wakil Bupati Yohanes Avun serta sejumlah kepala OPD ikut serta dalam peresmian tersebut.
Bonifasius Belawan Geh menuturkan, dua gereja yang telah dibangun merupakan bentuk dari kepedulian Pemda Mahulu dalam meningkatkan kualitas SDM di Mahulu khususnya di sekitar gereja, membangun iman umat Katolik dari sisi iman agar semakin hebat orang-orangnya.
"Ini bentuk pembinaan dari segi kerohanian. Penting juga. Karena di dalam itu kalau (proses kerohanian) jalan semua maka kita akan mendapatkan manusia yang berperilaku baik. Yang mau bekerja keras itu sangat dibutuhkan untuk pembangunan. Mahulu bisa maju kalau punya orang orang yang takwa kepada Tuhan," ujarnya.
Komitmen pemda tahun ini tidak sampai pada dua gereja tersebut saja, dirinya menegaskan akan memfasilitasi ketika ada masukan. Paling dekat ini, dirinya akan meresmikan Gereja GKII yang berada di Ujoh Bilang. "Umat beragama harus ditingkatkan keimanannya. Bangunan lain kalau memang diperlukan ya ada usulan kita akan bangun," tuturnya.
Dirinya juga berpesan kepada masyarakat terutama umat katolik dalam lingkungan gereja. Kemudian, gereja ini dibangun dengan susah payah. Memakan waktu tahunan hingga hari ini. Dengan biaya yang besar, gereja tersebut sepenuhnya milik umat maka daripada itu, dirinya meminta untuk menjaga dan merawat gereja tersebut. (*/sya/rdh/k15)
Editor : Indra Zakaria