Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Disbun Berau Beri Pelatihan Kemitraan, Minta Petani Pertahankan Lahan Kakao

Faroq Zamzami • 2024-05-16 10:51:47
PELATIHAN: Disbun Berau menggelar pelatihan kemitraan bagi petani kakao di Hotel Grand Parama, Rabu (15/5).
PELATIHAN: Disbun Berau menggelar pelatihan kemitraan bagi petani kakao di Hotel Grand Parama, Rabu (15/5).

Prokal.co - TANJUNG REDEB - Mempertahankan lahan kakao agar tidak alih fungsi, Dinas Perkebunan (Disbun) Berau menunjukan komitmennya untuk memberikan berbagai keuntungan bagi para kelompok tani yang ingin mempertahankan lahan mereka. Salah satunya dengan pelatihan kemitraan bagi pekebun kakao.

Sekretaris Disbun Berau, Mansur Tanca, menjelaskan pelatihan tersebut untuk memberi pemahaman kepada kelompok tani bagaimana kemitraan itu bisa terjalin dengan baik. Diharapkan para petani kakao dapat meneguhkan kemitraan dengan perusahaan mitra sehingga proses pemasaran menjadi lancar.

"Sehingga diharapkan antara kelompok mitra dan perusahaan mitra dapat bekerja sama, menguatkan dan saling menguntungkan," terangnya," Rabu (15/5).

Adapun kelompok yang diundang berasal dari Kampung Suaran, Pilanjau, Sukan Tengah, dan Lesan Dayak, dan Gunung Tabur. Terdapat 19 kampung yang memiliki potensi kakao di Kabupaten Berau. Beberapa kelompok tersebut sudah bermitra dengan perusahaan, namun ada juga yang belum. Sementara, baru ada dua perusahaan kemitraan yang bergerak di bidang pemasaran kakao.

"Karena masih banyak petani yang belum paham apa dan bagaimana pola kemitraan itu, makanya kami adakan pelatihan," ucapnya.

Dengan pelatihan, tujuannya para petani bisa memahami fungsi dan tujuan pola kemitraan diantara kelompok mitra dengan perusahaan mitra. Terlebih dengan harga kakao yang semakin tinggi, tentu memotivasi petani untuk terus bertahan dan ada keinginan memperluas lahan mereka.

Adapun harga kakao tercatat paling tinggi senilai Rp 150 ribu per kilogram (Kg) biji kakao kering, dan saat ini stabil diharga Rp 120 ribu per kilogram.

"Untuk penjualan perusahaan mitra, sudah sampai ke Eropa dan Amerika Serikat. Permintaan domestik juga tidak kalah banyak," terangnya.

Jabatan Fungsional (Jafung) Penyuluh Disbun Berau, Syahrazar, menyampaikan berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati Berau Nomor 490 Tahun 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau memutuskan 19 kampung sebagai kawasan pengembangan kakao di Kabupaten Berau. Pemkab Berau berkomitmen mendukung petani kakao dengan meminta mereka mempertahankan lahan dan memeliharanya.

"Adapun lahan yang dijaga tersebut yakni sekitar 500 hektare. Tapi, belum semua didata. Tahun depan akan ada pendataan lagi karena ada kelompok yang belum dipetakan," jelasnya.

Sebelum mendata petani kakao, pihaknya telah mensosialisasikan perihal tersebut kepada para petani. Kemudian kelompok tani menindaklanjuti dengan memberikan surat pernyataan bermaterai bahwa siap mempertahankan lahan kakao.

"Ini baru pertama kali pelatihan kemitraan kakao, biasanya untuk komoditas kelapa sawit. Tahun depan akan ada pelatihan serupa, dan sasarannya diambil dari. 19 kampung tadi yang belum mendapat pelatihan," paparnya.

Salah Seorang Anggota Kelompok Mekar Jaya Satu Kampung Suaran, Nicolas Jumi, mengaku pihaknya merasa diberi perhatian dan kepedulian dari pemerintah dengan diberikan pelatihan tersebut. Pelatihan, bimbingan dan bantuan selalu ada dan kebutuhan kelompok terpenuhi. Di samping itu pihaknya berkomitmen penuh untuk mempertahankan luasan lahan miliknya dan kelompok.

"Kami tetap berkomitmen bahwa tidak dibenarkan mengalihkan status lahan ke komoditas yang lain. Sebagai petani kakao kami sudah merasakan manfaatnya, apalagi sekarang harga kakao semakin mahal," terangnya.

Bahkan, ke depan ada rencana untuk dikembangkan. Kemungkinan baru akan dirasakan manfaatnya pada 2027 nanti. Saat ini produktivitas kelompoknya rata-rata sebanyak 150 kg buju basah per panen per minggu. Pihaknya juga sudah bermitra dengan perusahaan yang secara terjadwal mengambil produksinya tiap minggu. (*/aja/adv/far)

Editor : Faroq Zamzami
#kakao #pemkab berau #pelatihan