Prokal.co - TANJUNG REDEB - Bupati Berau Sri Juniarsih Mas membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke-X Gereja Kerapatan Pantekosta Kalimantan tahun 2024, di Hallroom Mitra Klasik, Rabu (22/5).
Ia menyambut baik terselenggaranya Muswil tersebut sebagai keberlanjutan gerak organisasi melalui tonggak kepemimpinan dan rumusan program kerja yang bermanfaat bagi umat Kristiani di wilayah kerja Gereja Kerapatan Pantekosta.
"Saya memiliki harapan yang sangat besar dengan adanya musyarawah ini akan melahirkan kepengurusan yang mampu bekerja sekaligus menjadi agen toleransi di masyarakat," terangnya.
Ia pun berpesan agar terus memberikan layanan dengan penuh cinta dan kasih. Kerja sama dengan seluruh pihak perlu dilakukan, termasuk dengan Pemkab Berau.
Terlebih, pihaknya memiliki kewajiban untuk mengayomi seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Berau.
"Sesuai tupoksi sebagai pelayan masyarakat, kami harus dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat termasuk dalam toleransi umat beragama," ungkapnya.
Selain itu, Pemkab Berau memiliki kewajiban untuk memastikan agar seluruh tempat ibadah layak untuk digunakan.
"Sudah menjadi tugas saya sebagai pelayan masyarakat untuk memastikan kebutuhan dan kelayakan tempat ibadah umat beragama," ucapnya.
Ia meminta masyarakat untuk aktif menyampaikan usulan atau keluhan mereka terkait tempat ibadah dengan cara mengajukan proposal melalui Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Setkab Berau.
"Ketika ada gereja yang membutuhkan renovasi, kami membuka kesempatan untuk mengajukan usulan melalui bagian Kesra, baik kebutuhan infrastruktur, toilet, pagar dan sebagainya," sebutnya.
Masyarakat diminta tidak pasif dan hanya menunggu, tapi harus aktif menyampaikan kebutuhannya. Nantinya usulan tersebut akan ditindaklanjuti, untuk dibantu renovasi atau peningkatan fasilitas di rumah ibadah.
Rumah ibadah bukan hanya untuk beribadah, tapi juga pembinaan SDM. Diharapkan nantinya dapat mengurangi tingkat kriminalisasi, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Tidak ada perbedaan di antara umat beragama di Kabupaten Berau, semua mendapatkan hak yang sama," tegasnya.
Di samping itu, Ia berterima kasih kepada seluruh pemuka agama yang telah memberikan kontribusi dalam pembinaan budi pekerti yang luhur.
Sehingga tercipta masyarakat yang bermoral, dan berlandaskan ajaran agama. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab Berau untuk mewujudkan SDM yang sejahtera dan berbudi luhur.
"Saya harapkan peran dan dukungan semua agama, mulai dari tokoh gereja, dan forum komunikasi umat beragama, serta pemuda pemudi dalam memberikan kontribusi, sumbangsih pemikiran dan partisipasi aktif untuk mengatasi berbagai tantangan. Mudah-mudahan suasana di Berau tetap kondusif, terjaga dengan baik serta penuh perdamaian," harapnya. (*/aja/adv/far)