PROKAL.CO, PENAJAM-Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) terus berinovasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Kali ini, Distan PPU bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia untuk membangun demonstrasi farming atau denfarm di atas lahan seluas 23 hektare di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu.
Konsep denfarm ini terbilang unik karena menggabungkan budi daya tanaman hortikultura dan peternakan.
Puluhan petani di desa bekas transmigrasi ini akan terlibat langsung dalam proyek percontohan ini.
“Kami memilih konsep kombinasi tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan lainnya dengan peternakan bebek,” jelas Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, di ruang kerjanya, Senin (2/9).
“Ini adalah proyek percontohan yang diharapkan bisa meningkatkan produktivitas petani dan memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian mereka,” tambahnya.
Andi Trasodiharto mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan jadi sentra hortikultura, peternakan, dan pangan.
Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi diharapkan pula dapat mendukung kebutuhan pangan warga yang tinggal di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, PPU.
Ke depan, kata dia, apabila pilot project ini berhasil, pihaknya akan melangkah pada pengembangan bawang merah di hamparan kawasan pertanian di desa yang sama.
“Dipilihnya Labangka Barat untuk pengembangan budi daya bawang merah ini karena di sana tersedia sumber air yang cukup,” katanya.
Hingga kini, kata dia, untuk kepentingan denfarm dan rencana pengembangan bawang merah itu sudah ada para pihak di kementan yang telah melakukan peninjauan lapangan.
“Mereka sudah datang melihat langsung lokasi di Labangka Barat dan dalam rangka membuat rencana anggaran biaya (RAB). Kami berupaya program ini dapat dimulai tahun ini,” katanya.
Proyek percontohan dalam bidang pertanian ini, kata Andi Trasodiharto, selain untuk peningkatan kesejahteraan petani, juga dimaksudkan dibangun sebagai sekolah lapang.
Untuk ini, Distan PPU secara khusus bakal meneken kerja sama dengan desa dan kecamatan setempat.
“Untuk denfarm hortikultura dan peternakan itu melibatkan satu Kelompok Tani Harapan Baru, Labangka Barat, dengan jumlah petani yang terlibat sebanyak 23 orang,” tuturnya.
Sejauh ini, kesiapan untuk denfarm telah dimulai dengan pemberian pelatihan, termasuk budi daya tanaman bawang merah, dan lain-lain kepada para petani.
“Iya, memang harus didukung pula dengan peningkatan sumber daya manusia,” jelasnya.
Ditegaskannya pula, denfarm dan pengembangan bawang merah ini tidak hanya fokus pada petani di Labangka Barat.
Namun, Andi Trasodiharto mengatakan telah memasukkan program yang sama untuk diterapkan pada desa-desa lain untuk menjadi sentra-sentra pangan.
“Insyaallah, kami di Distan PPU selalu berupaya mengembangkan konsep pertanian untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, utamanya petani di daerah ini,” kata mantan kepala Dinas Perikanan PPU ini. (far)