PROKAL.CO, PENAJAM–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mematangkan langkah mitigasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada periode Juni hingga September 2026.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius adalah ancaman krisis air bersih bagi masyarakat di wilayah - wilayah rawan kekeringan.
Baca Juga: Kepada Warga PPU yang Status Pernikahannya Siri, Peluang Lebih Besar untuk Disahkan, Baca Dulu Ini
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, mengungkapkan berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, Kecamatan Babulu tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi krisis air bersih paling tinggi.
"Beberapa desa seperti Desa Sri Rahayu, Sumbersari, hingga wilayah Sebakung Jaya menjadi titik langganan distribusi air bersih saat musim kemarau panjang melanda," kata Nurlaila, Kamis (9/4/2026).
Tak hanya Babulu, sebagian wilayah di Kecamatan Sepaku juga mulai dipetakan sebagai area terdampak, khususnya di kawasan Desa Sumbersari, Karang Jinawi, hingga Desa Gunung Intan yang mulai mengalami penurunan debit air saat cuaca ekstrem.
Untuk mengantisipasi kelangkaan air minum dan kebutuhan domestik warga, BPBD PPU telah memperkuat kerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka alias PDAM.
"Kami sudah melakukan perjanjian kerja sama (PKS) dengan pihak PDAM. Jadi, sewaktu-waktu warga membutuhkan bantuan air bersih untuk pemenuhan kebutuhan harian maupun untuk kebutuhan penyiraman jika terjadi kebakaran hutan, armada siap dikerahkan," ujarnya.
Meski demikian, Pemkab PPU juga mengkhawatirkan kondisi air baku PDAM yang bisa saja menyusut drastis akibat cuaca panas ekstrem dalam waktu lama.
Mengantisipasi hal itu, BPBD PPU mendorong para pemangku kebijakan di tingkat kecamatan hingga desa untuk melakukan inventarisasi kembali sumber-sumber air mandiri.
Salah satunya adalah memaksimalkan fungsi embung atau kantong-kantong air di setiap wilayah.
"Kami akan melakukan rapat koordinasi dengan camat dan kepala desa untuk mengidentifikasi kembali embung-embung di daerah mereka. Mana yang bisa difungsikan kembali, mana yang perlu diperbaiki atau diolah lagi agar bisa menahan cadangan air," ucapnya. (ami/far)
Editor : Faroq Zamzami