PROKAL.CO, PENAJAM– Sebanyak 27 orang sah jadi pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Hingga saat ini, Kormi PPU tercatat telah menaungi 25 induk organisasi olahraga (Inorga) yang mencakup berbagai jenis olahraga tradisional dan rekreasi.
Ketua Kormi PPU, Sariman, menyampaikan organisasi ini berbeda dengan KONI. Jika KONI berfokus pada prestasi atlet, Kormi lebih menitikberatkan pada kegembiraan, kesehatan, dan kebahagiaan masyarakat. Olahraga yang dibina mencakup spektrum usia yang luas, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia).
Baca Juga: Generasi Z dalam Bayang-bayang Diabetes: DKK Balikpapan Ingatkan Bahaya Gagal Ginjal di Usia Muda
"Kormi itu bisa mulai dari anak-anak sampai lansia. Kita fokus agar masyarakat giat berolahraga," ujar Sariman yang juga anggota DPRD PPU itu, Selasa (28/4/2026).
Selain itu, terdapat berbagai olahraga tradisional unik yang terus dikembangkan, seperti egrang dan gasing, gulat tangan, lempar pisau, sumpit hingga permainan patok lele.
Ia juga menyebutkan, beberapa Inorga di bawah Kormi PPU telah menorehkan prestasi membanggakan. Di antaranya Asosiasi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) yang berhasil meraih medali emas, serta cabang olahraga panahan dan sumpit yang menunjukkan performa bagus.
"Kita persiapan menuju Fornas (Pekan Olahraga Nasional Kormi) 2027 yang akan digelar di Palu. Harapannya kita dapat mengirimkan kontingen ke sana," jelasnya.
Baca Juga: Kesadaran Pemilik Kendaraan untuk Uji Kir di Kabupaten PPU Masih Rendah, Ini Buktinya
Disinggung terkait dukungan finansial, Kormi PPU mengakui telah menerima dana hibah sebesar Rp 200 juta. Meski begitu, angka tersebut dinilai masih jauh dari ideal untuk mendukung pengiriman kontingen dan pembinaan yang maksimal.
"Kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan anggaran yang lebih kuat di masa mendatang demi membawa nama baik PPU ke kancah nasional," pungkasnya.
Sementara itu, Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan dukungan kepada Kormi PPU. Menurutnya, fokus utama organisasi ke depan adalah menghidupkan kembali berbagai jenis olahraga tradisional yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.
Olahraga rekreasi ini dinilai bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan sarana penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, membangkitkan gairah dan semangat kekeluargaan, khususnya di PPU serta melestarikan budaya lokal melalui permainan dan olahraga tradisional.
"Kami berharap Kormi PPU bisa terus berkembang. Mengingat sudah ada beberapa prestasi yang ditorehkan oleh kepengurusan sebelumnya, kami berkomitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian tersebut agar Kormi semakin maju," imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU menyatakan komitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah Kormi. Hal ini dikarenakan peran strategis Kormi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara luas.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat melalui kegiatan olahraga rekreasi diharapkan dapat menciptakan keselarasan dan kebersamaan dalam kehidupan bersosial.
"Serta kolaborasi positif yang lebih erat antara pemerintah daerah dan warga hingga ketertiban dan ketentraman di wilayah PPU melalui kegiatan-kegiatan yang positif dan inklusif," tegasnya. (ami/far)
Editor : Faroq Zamzami