Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Ada Peluang Nih untuk Investor, di PPU Potensi Rumput Lautnya Besar, tapi Selama Ini Langsung Dikirim ke Pulau Jawa

Redaksi • 2025-11-27 09:46:43
Musakkar
Musakkar

PROKAL.CO, PENAJAM-Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyimpan peluang besar untuk mengembangkan rumput laut sangu-sangu sebagai komoditas bernilai tambah tinggi.

Potensi ini semakin terbuka seiring produksi tahunan yang stabil mencapai sekitar tujuh ribu ton.

“Produksi kita masih hulu, artinya baru berupa rumput laut kering. Belum sampai tahap olahan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budi Daya dan Lingkungan, Dinas Perikanan (Diskan) PPU, Musakkar, Selasa (25/11/2025).

Selama ini, lanjutnya, rumput laut sangu-sangu hasil budidaya di PPU langsung terserap pasar tanpa menyentuh tahap pengolahan lanjutan.

Kondisi itu membuat peluang untuk menciptakan produk turunan berdaya saing masih sangat besar.

Musakkar menjelaskan, tingginya permintaan menyebabkan petambak belum sempat mengembangkan model pemberdayaan atau diversifikasi produk.

“Hasil keringannya (rumput laut) sudah cukup baik, alhamdulillah. Namun, untuk pemberdayaan dan olahan tambahan belum sempat karena setiap habis panen, produknya langsung terjual,” jelasnya.

Musakkar menilai, minat petambak terhadap budidaya rumput laut terus meningkat, terutama dengan penerapan sistem polikultur.

Kombinasi antara rumput laut dan ikan bandeng memberikan dua keuntungan sekaligus. Rumput laut membantu menjaga kualitas air tambak, sementara sebagian hasilnya bisa menjadi pakan alami bagi bandeng.

“Budi daya sistem polikultur ini dinilai dapat meningkatkan pendapatan petani tambak,” tuturnya.

Dengan manfaat tersebut, rumput laut sangu-sangu memiliki peluang besar untuk diperluas sebagai basis usaha tambak terpadu, sekaligus meningkatkan produktivitas sektor perikanan budidaya daerah.

Saat ini, sebagian besar rumput laut dari PPU dipasok ke perusahaan di Pulau Jawa sebagai bahan baku industri kosmetik.

Musakkar menuturkan, karakteristik rumput laut tambak di PPU lebih cocok untuk kebutuhan tersebut dibandingkan produksi untuk pangan olahan seperti agar-agar.

“Kalau untuk agar-agar, itu berasal dari rumput laut yang tumbuhnya memang di laut. Sementara produksi rumput laut kami dalam sistem tambak, sehingga lebih cocok sebagai bahan baku kosmetik,” tambahnya.

Produksi terbesar berasal dari Babulu Laut, sedangkan wilayah Labangka masih menyumbang sebagian kecil karena kapasitas budidayanya terbatas.

Meski produksi sudah tinggi, Musakkar menegaskan bahwa potensi hilirisasi rumput laut sangu-sangu masih terbuka luas.

Pengembangan industri kecil menengah, pengolahan pascapanen, hingga produk kosmetik berbasis lokal bisa menjadi langkah strategis meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.

Musakkar mengatakan, dengan tingginya produksi dan peluang pasar yang terus berkembang, rumput laut sangu-sangu dipandang sebagai komoditas yang berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di PPU melalui pengembangan industri hilir yang lebih kuat.

“Kami berharap semakin banyak petambak yang berminat membudidayakan rumput laut sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya. (far)

AHMAD MAKI

maki@kaltimpost.co.id

Editor : Faroq Zamzami
#investor #ppu #penajam paser utara #rumput laut