Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kemenhaj PPU Catat 148 Jamaah Calon Haji Sudah Selesaikan Administrasi, Berangkatnya Tanggal Segini  

Redaksi • 2026-02-11 11:04:42
Budi Atmaja
Budi Atmaja

PROKAL.CO, PENAJAM– Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menetapkan 148 jamaah calon haji (JCH) reguler siap berangkat menunaikan ibadah tahun ini.

Kasubbag Tata Usaha, Kemenhaj PPU, Budi Atmaja, memastikan seluruh jamaah telah menyelesaikan tahapan administrasi dan dinyatakan siap berangkat.

“Insyaallah 148 jamaah haji PPU siap berangkat. Dari jumlah itu, terdapat satu Petugas Haji Daerah (PHD) yang dibiayai oleh pemerintah daerah,” ujar Budi Atmaja, Selasa (10/2/2026).

Budi menjelaskan, pemerintah daerah memasukkan PHD ke dalam kuota jamaah reguler.

Ini karena petugas tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan jamaah. Petugas itu bertugas membantu dan membackup petugas kloter, khususnya di bidang kesehatan.

“Petugas haji daerah ini berlatar belakang layanan kesehatan. Alhamdulillah yang lolos seleksi adalah seorang dokter, yaitu dr One Ari Agustin. Saat ini beliau sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan di embarkasi selama 10 hari,” jelasnya.

Budi menyebutkan, mayoritas jamaah yang berangkat tahun ini berasal dari daftar tunggu tahun 2012.

Kuota tersebut mencakup jamaah reguler, prioritas lansia, penggabungan mahram, pendamping lansia, jamaah lunas tunda tahun sebelumnya, serta jamaah cadangan yang mendapatkan kuota.

“Untuk prioritas lansia, kami menetapkan enam orang dari 14 data lansia prioritas yang kami terima. Sebagian tidak bisa berangkat karena sakit atau meninggal dunia. Enam orang menyatakan siap berangkat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar haji di PPU saat ini mencapai lebih dari 3.000 orang.

Proses pemberangkatan dimulai dari penerimaan data jamaah dari pusat melalui kantor wilayah, dilanjutkan dengan verifikasi data, pengurusan paspor, pemeriksaan kesehatan mandiri (MCU), hingga pelunasan biaya haji.

“Setelah jamaah melakukan pelunasan, data itulah yang kami tetapkan sebagai yang berangkat. Sistem ini juga berlaku bagi jamaah cadangan,” jelas Budi.

Untuk kuota cadangan, Kemenag PPU menerima 75 nama dari pusat. Setelah verifikasi, jumlah tersebut mengerucut menjadi 54 orang, dan 30 jamaah cadangan akhirnya masuk ke dalam kuota 148 jamaah berangkat.

“Sisa cadangan yang belum mendapatkan kuota akan menjadi lunas tunda dan berangkat tahun depan,” tambahnya.

Budi memastikan tidak ada jamaah yang melakukan pembatalan keberangkatan tahun ini. Namun, beberapa jamaah memilih menunda keberangkatan karena alasan kesehatan atau keluarga.

“Tidak ada yang membatalkan dengan mencabut berkas. Yang ada hanya penundaan, dan nama mereka akan muncul kembali tahun depan,” tegasnya.

Ia menegaskan, jamaah cadangan tetap wajib melunasi biaya haji tahun ini agar siap menggantikan jamaah utama jika terjadi kendala. Seluruh dokumen, paspor, pemeriksaan kesehatan, dan pelunasan jamaah cadangan telah lengkap.

“Jadi ketika nama mereka dinyatakan naik, mereka sudah siap berangkat tanpa proses tambahan,” ujarnya.

Budi memastikan daftar 148 JCH PPU sudah final. Kemenag PPU merencanakan pelaksanaan manasik haji setelah Idulfitri untuk memastikan seluruh jamaah dapat mengikuti bimbingan secara optimal.

Untuk jadwal keberangkatan, jamaah haji PPU akan tergabung dalam kloter 8. Mereka dijadwalkan masuk Embarkasi Asrama Haji Batakan Balikpapan pada 6 Mei 2026.

"Kemudian melanjutkan penerbangan rute Balikpapan–Jeddah keesokan harinya," imbuhnya. (ami/far)

Editor : Faroq Zamzami
#kementerian haji dan umrah #ppu #penajam