Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Gerindra Bisa Ambil Peluang, Dampak Menang Pilpres, Usung Calon Pakai Skema Paket Pilgub-Pilwali

Indra Zakaria • 2024-03-29 14:45:00
ilustrasi pilkada
ilustrasi pilkada

 

Kemenangan Gerindra di pentas pemilihan presiden, bisa berimbas ke daerah yang tak lama lagi menggelar pemilihan gubernur dan wali kota.

 

BONTANG - Atmosfer jelang pelaksanaan Pilkada Bontang terus menghangat. Terlebih setelah Partai Gerindra menggaungkan poros baru dan siap berhadapan dengan nama-nama yang sudah ramai dibincangkan.

Sejauh ini beberapa figur yang sudah muncul adalah Neni Moerniaeni yang diusung Partai Golkar untuk posisi calon wali kota. Lalu pasangan petahana, Basri Rase-Najirah juga dikabarkan siap berduet kembali, dengan membawa perahu PKB dan PDI Perjuangan.

Pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul) Budiman mengatakan DPC Gerindra Bontang sangat jeli melihat fenomena yang ada saat pileg beberapa waktu lalu. Pasalnya dari 25 kursi, 13 berstatus pendatang baru. “Ini yang dibaca oleh Gerindra kalau memang benar membentuk poros baru. Apalagi dua nama yang sudah declare ialah orang lama,” kata Budiman.

Diketahui Neni pernah menjabat wali kota Bontang periode 2016-2021. Sementara Basri-Najirah merupakan petahana saat ini. Belum lagi Gerindra saat ini berada di atas angin setelah di pusat, pasangan presiden yang diusung partai berlambang kepala burung Garuda itu memenangkan pertarungan.

“Tentu ada efeknya. Meski itu kembali lagi bagaimana roda partai bergerak di pilkada,” ucapnya.

Potensi lain ialah adanya skema paket antara pilgub dengan pilkada. Hingga kini memang belum ada nama yang ditetapkan untuk kursi Kaltim Satu dan Kaltim Dua dari partai yang ada. Tetapi tidak menutup kemungkinan Gerindra mengambil bagian di kontestasi politik tersebut.

“Golkar santer ada jagoannya. Nah Gerindra ini berpeluang demikian. Kalau itu benar maka bisa skema paketan. Karena pertarungannya sama,” tutur dia.

Meski demikian Gerindra harus membentuk koalisi jika mewacanakan poros ketiga. Sebab perolehan kursi yang didapat hanya tiga. Mengacu ketentuan untuk Pilwali Bontang minimal lima kursi.

Sebelumnya, rencana bertarungnya Agus Haris dalam pilkada mendatang, belum menentukan nama kandidat pasangannya.  Ia mengungkapkan, masih menunggu hasil survei masyarakat yang dilakukan DPD Provinsi Kalimantan Timur.

“Sabtu (23/4) malam sudah ada rakor soal pilkada. Keputusannya (calon pasangan) masih menunggu survei,” ungkap dia.

Adapun survei akan dilakukan setelah Lebaran. Lalu bakal dilanjutkan dengan penjajakan koalisi. Biasanya, kata dia, durasi waktu yang dibutuhkan untuk survei sekitar tiga pekan. Kemudian dilakukan pemaparan hasil. “Nah dari sana nanti diketahui tingkat penerimaan masyarakat seperti apa,” ujarnya.

Diketahui, majunya pria yang menjabat sebagai ketua DPC Partai Gerindra Kota Bontang itu dalam pilkada telah mengantongi restu. Bahkan memperoleh dukungan dari Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun. (ak/ind)

 

 

Editor : Indra Zakaria
#Pilwali Bontang