Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Pede di Pilwali 2024, Khairul: Survei, Masyarakat Puas

Radar Tarakan • 2024-05-12 16:20:00
Khairul
Khairul

 Wali kota Tarakan 2019-2024, dr. Khairul, M.Kes, telah menuntaskan pendaftaran penjaringan calon kepala daerah (cakada) di sejumlah parpol untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Tarakan 2024. Ia optimistis dukungan untuk memenuhi syarat pencalonan.

Keyakinannya, karena ia telah menuntaskan program yang dijanjikan dalam 5 tahun selama menjabat wali kota lalu.

Selain itu ia mengklaim jika survei di setiap RT di tahun lalu terhadap kinerja pemerintahan menunjukkan tingginya kepuasan masyarakat.

"Yang pasti kan menurut kami apa program baik dalam satu periode telah kami tuntaskan. Kami 2023 melakukan survei kepuasan.

Kami sudah tahu tingkat kepuasan masyarakat terhadap apa yang kami lakukan. Yang baik akan kami pertahankan, walaupun saya kira juga nanti ada program baru dan itu belum boleh saya buka dulu," ujarnya, Kamis (9/5). 

Adapun terkait tentang persoalan banjir, ia menegaskan jika program penanganan banjir tidak ada dalam visi-misi yang ia janjikan di tahun 2019 lalu.

Hal itu lantaran pemerintah sebelumnya terfokus pada penanganan banjir, sehingga pihaknya memprediksi persoalan banjir akan tuntas di akhir masa jabatan pemerintahan sebelumnya.

"Visi-misi kami sebelumnya memang tidak memasukkan penangganan banjir, karena saya pikir, dulu itu sudah selesai.

Karena pemerintahan sebelumnya kan fokus pada penangganan banjir. Karena tagline-nya Tarakan bebas banjir 2018.

Terus citygas 2018. Saya pikir sudah selesai karena saya kan tidak ikut di situ, sehingga kami pikir sebelumnya persoalan banjir tidak ada lagi," katanya.

"Development pembangunan itu terus berjalan, jadi kalau ada yang sudah ditangani, kami akan fokus menyelesaikan yang lain.

Tetapi di dalan perjalanannya masih ada titik yang banjir sehingga kami melakukan peralihan untuk mengatasinya. Itulah kenapa sekarang, di daerah Karang Balik itu tidak ada banjir lagi," sambungnya.

Kendati demikian, ia menerangkan jika dalam perjalanannya saat memimpin, pihaknya tetap melakukan penangganan banjir lantaran banjir masih terjadi.

Walau demikian, ia mengakui jika hal tersebut belum dapat menyentuh semua titik lantaran terbatasnya waktu masa jabatan.

"Di Karang Balik itu prosesnya 2 tahun, pertama kita membebaskan lahan dulu, karena banyak mengenai rumah warga, kita bebaskan, kita bayar, setelah itu baru kami anggarkan untuk perbaikan.

Kadang ada suara masyarakat yang menginginkan cepat dilaksanakan, persoalan itu memang tidak bisa diselesaikan cepat-cepat, memang harus bertahap, karena kita harus menyelesaikan yang lain juga," katanya.

"Termasuk di Karang Anyar sebagian kemarin, di dekat masjid itu, proses pembebasannya juga lama padahal sedikit rumah ajah kita bebaskan.

Di tahun 2024 ini persoalan jembatannya menjadi salah satu penyumbang terhadap banjir itu. Maka, jembatan itu kami lebarkan.

Tapi saya belum sempat lelang kemarin, mudah-mudahan ini oleh Pj Wali Kota," ungkapnya.

"Itu anggarannya sudah ada tinggal di lelang kok. Itu juga di dalam pengamatan kami ada dua jembatan di Karang Anyar.

Kalau kita angkat, itu juga bisa mengurangi kekuatan arus air. Itu saya kira kalau saya kembali ditakdirkan memimpin periode kedua ini penangganan banjir itu yang menjadi salah satu program prioritas," jelasnya. (zac/lim)

Editor : Indra Zakaria
#pilkada 2024 #Pilwali Tarakan