Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Di Pilkada Samarinda, Ada 20 Persen yang Memilih Kotak Kosong

Indra Zakaria • Minggu, 1 Desember 2024 - 17:27 WIB
Ilustrasi pilkada
Ilustrasi pilkada

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda 2024 berlangsung dengan format unik, yang menghadirkan satu pasangan calon (Paslon) yang maju, yakni Andi Harun-Saefuddin Zuhri, melawan kolom kosong. Situasi ini menjadi perhatian publik karena jarang terjadi dalam kontestasi politik daerah.

Dengan absennya kandidat lain, masyarakat Samarinda dihadapkan pada dua pilihan sederhana, yaitu memilih pasangan calon tunggal atau memberikan suara mereka untuk kolom kosong. Bahkan saat ini telah terbentuk Aliansi Kolom Kosong yang menjadi kelompok pemantau jalannya Pilkada ini.

Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan aliansi ini, sekitar 50 ribu suara kolom kosong tercatat dalam pemilu di Samarinda. Sekretaris Aliansi Kolom Kosong Andi Manurung mengatakan angka ini setara dengan sekitar 20 persen dari total masyarakat yang datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Sementara paslon tunggal meraih sekitar 87,47 persen suara berdasarkan quick count LSI Danny JA.


"Dari data tersebut, kami bisa mengambil gambaran bahwa ada kelompok masyarakat yang memiliki kesadaran politik untuk datang ke TPS, tetapi memilih untuk tidak mendukung pasangan calon," ujar Andi, Kamis lalu.

Ia menekankan bahwa para pemilih kolom kosong adalah masyarakat yang membuat keputusan atas dasar kesadaran politik, bukan karena pengaruh uang atau kampanye bermuatan money politik. Sebab Andi meyakini tidak ada satu pihak pun yang memberikan uang untuk memenangkan kolom kosong. Ini menunjukkan bahwa suara mereka murni hasil kesadaran politik. Sehingga ia meyakini pilihan terhadap kolom kosong mencerminkan aspirasi masyarakat yang merasa tidak terwakili oleh pasangan calon yang ada.

"Ini adalah upaya masyarakat menyuarakan aspirasinya. Artinya, semakin banyak warga Samarinda yang memilih berdasarkan kesadaran politik, tanpa iming-iming uang atau pengaruh mesin politik," terangnya.

Andi juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar rapat evaluasi pada sore ini untuk menganalisis hasil dan dampak dari suara kolom kosong tersebut. "Kami ingin memastikan bahwa ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama dalam memahami aspirasi masyarakat yang sebenarnya," tutur Andi.


Sebelumnya di atas panggung konferensi quick count, Andi Harun mengakui hasil kemenangan saat ini, perlu dipastikan kembali lewat perhitungan KPU Kota Samarinda. Tak lupa dia juga menyampaikan apresiasinya terhadap para pendukung, baik dari partai politik, relawan hingga masyarakat yang telah mempercayakan dirinya untuk memimpin kembali Samarinda.

“Kami juga menghormati semua pilihan masyarakat, termasuk yang memilih kotak kosong. Karena ini bagian dari demokrasi,” pungkasnya.

TAHAPAN REKAPITULASI

Setelah proses pemungutan suara pada 27 November 2024, Pilkada Kota Samarinda kini memasuki tahap rekapitulasi suara di tingkat kecamatan. Meskipun euforia masyarakat sempat terasa selama pelaksanaan pemungutan suara, perhatian kini berfokus pada tahapan penghitungan suara yang tengah berlangsung dan sangat menentukan hasil akhir Pilkada.

Untuk rekapitulasi suara di tingkat daerah akan berlangsung sejak mulai Jumat, 29-6 Desember mendatang. Tahapan rekapitulasi suara di tingkat kecamatan saat ini berjalan dengan melibatkan sejumlah petugas yang terlatih dan sistem yang telah disiapkan untuk memastikan akurasi penghitungan suara. Ketua KPU Kota Samarinda Firman Hidayat menekankan bahwa masyarakat dapat mengawasi jalannya rekapitulasi melalui berbagai platform yang disediakan, sebagai bentuk keterbukaan informasi.

"Semoga Samarinda tetap damai tanpa ada gesekan atau kendala apa pun,” ujarnya.

Dalam proses rekapitulasi ini dilalui dengan penuh kehati-hatian untuk menghindari potensi kesalahan atau manipulasi data yang bisa merusak integritas Pilkada. KPU Samarinda juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan pengawasan yang ketat agar hasil yang diumumkan benar-benar mencerminkan suara warga yang telah memilih.

Terlebih pelaksanaan pilkada tahun ini telah melalui banyak tantangan, khususnya dalam peningkatan partisipasi masyarakat. Ia menilai bahwa hasil akhir Pilkada ini akan menjadi cerminan kehendak masyarakat yang harus dihormati oleh semua pihak, tanpa ada keraguan atau perpecahan.

"Pilkada ini bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang menjaga kelangsungan demokrasi dan hasil akhirnya harus diterima dengan sikap dewasa dan penuh tanggung jawab," tegas Firman.

Ia pun berharap pelaksanaa Pilkada Serentak tahun ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan Samarinda ke depannya. Menurutnya, apapun hasilnya, proses ini tetap menjadi langkah penting bagi warga Samarinda untuk terus memperkuat sistem demokrasi yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Proses ini adalah bagian dari perjalanan panjang yang akan membentuk masa depan Samarinda. Kami berharap, setelah semua tahap selesai, kota ini akan semakin maju dengan pemimpin yang dapat membawa perubahan positif," pungkasnya. (hun/nha)

 

 
Editor : Indra Zakaria
#Pilkada Samarinda 2024