SAMARINDA — Peta politik di Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan bakal kembali bergejolak. Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari, secara terbuka melemparkan sinyal kuat bahwa dirinya siap turun gelanggang untuk merebut kursi orang nomor satu di Bumi Etam. Kendati sempat menepi dari panggung kekuasaan, pesona dan taji politik wanita yang akrab disapa Bunda Rita ini terbukti belum pudar. Sebaliknya, basis pendukung setianya di akar rumput masih sangat militan menyambut kehadirannya kembali di tengah masyarakat.
Sinyal kesiapan bertarung memperebutkan kursi Gubernur Kaltim itu ditegaskan Rita usai menghadiri Konvensi Media Siber di Hotel Claro Pandurata, Samarinda, Sabtu (13/6/2026) malam. Dengan nada tegas dan penuh rasa percaya diri, ia menyatakan tidak akan mundur selangkah pun jika arus dukungan rakyat kembali memintanya memimpin. "Kalau rakyat mendukung, siapa takut," tegas Rita dengan penuh keyakinan. Langkah Rita menuju kursi KT-1 memang masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah secara hukum. Namun, alih-alih pasrah dengan keadaan, Rita justru menunjukkan sikap perlawanan yang gamblang.
Belakangan ini, ia sangat aktif di media sosial untuk meluruskan berbagai opini publik, termasuk membantah keras tuduhan hukum yang pernah disangkakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rita secara lugas menyatakan ada bagian-bagian krusial yang selama ini dipelintir atau tidak tersampaikan dengan benar ke publik mengenai kasusnya, mulai dari urusan laporan kekayaan hingga fakta persidangan yang sebenarnya.
"Ini masalahnya hukumnya belum selesai, masih berjibaku dengan itu. Saya ini kan lagi berjuang supaya berita tentang saya itu benar, itu saja," ungkapnya.
Bagi para pendukungnya di wilayah Kutai Kartanegara dan sekitarnya, klarifikasi langsung dari Rita ini menjadi amunisi baru. Banyak pihak menilai kembalinya Rita ke Kaltim akan menjadi magnet politik besar, mengingat rekam jejak pembangunan dan kedekatan emosionalnya dengan rakyat selama ini dinilai sangat membekas.
Sentil Manuver Penguasa Saat Ini
Kekuatan pengaruh Rita yang masih menggila di Kaltim sejatinya bukan isapan jempol semata. Bukti paling sahih justru datang dari dinamika politik internal para penguasa saat ini. Rita membeberkan bagaimana Gubernur Kaltim saat ini, Rudy Mas'ud, sangat menyadari betapa kuatnya efek pengaruh seorang Rita Widyasari di mata pemilih Kaltim. Secara blak-blakan, Rita menceritakan bahwa Rudy Mas'ud bersama istrinya sampai rela berulang kali meluangkan waktu menjenguknya saat berada di Jakarta dan Tangerang.
Hubungan intens ini memuncak pada masa kampanye Pilgub lalu, di mana Rudy Mas'ud secara pragmatis meminta Rita untuk membuat video dukungan demi mengamankan suara di basis massa militan milik Rita di Kutai Kartanegara.
Fakta ini memicu kritik tajam dan menjadi tamparan keras bagi dinamika politik di Kaltim. Manuver Rudy Mas'ud tersebut membuktikan sebuah realitas politik yang telanjang: bahwa penguasa saat ini pun sadar mereka kesulitan bergerak di wilayah pesisir tanpa mendompleng nama besar dan pengaruh politik Rita Widyasari.
Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Rita tetaplah seorang kingmaker sekaligus figur sentral yang arah dukungannya mampu menjungkirbalikkan peta suara di Bumi Etam. Setelah video dukungan tersebut terpenuhi, Rita mengaku memilih menarik diri dan tidak lagi mengikuti perkembangan politik praktis. Untuk saat ini, ia memilih fokus bergerak secara sosial di tengah-masyarakat.(*)
Editor : Indra Zakaria