Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Ricuh Demo 1 September di Samarinda, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Water Cannon

Muhamad Yamin • 2025-09-02 07:53:58
Demo di Samarinda.
Demo di Samarinda.

Ricuh Demo 1 September di Samarinda, Polisi Tembakkan Gas Air Mata dan Water Cannon

PROKAL.CO, SAMARINDA – Aksi unjuk rasa Gerakan 1 September yang digelar ribuan massa Aliansi Mahakam di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) berakhir ricuh pada Senin (1/9/2025) sore.

Sekitar pukul 16.00 Wita, aparat kepolisian menembakkan gas air mata dan mengerahkan water cannon setelah terjadi pelemparan botol minuman serta batu oleh sebagian demonstran ke arah halaman gedung.

Situasi berubah kacau, massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, buruh, hingga pengemudi ojek online berhamburan mencari tempat aman.

Gas air mata membuat sejumlah peserta aksi mengalami sesak napas, muntah-muntah, hingga harus dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyampaikan aksi berlangsung cukup alot sebelum akhirnya dibubarkan.

“Selama 2 jam massa cukup sulit untuk dibubarkan, terlihat belasan gas air mata yang dilontarkan untuk membubarkan massa, dan juga water cannon digunakan. Dan untuk korban tak terhitung jumlahnya, sempat beberapa kali ambulans lewat untuk mengantar korban dari sesak napas sampai luka-luka,” ujarnya.

Hendri menegaskan, pada awalnya aksi berlangsung tertib dan sesuai aturan.

“Secara keseluruhan, demo ini sebenarnya berlangsung dengan baik. Dari awal kita lihat sudah bisa melaksanakan prinsip-prinsip penyampaian pendapat di muka umum dengan beretika, dengan benar-benar untuk menyampaikan pendapatnya tanpa ada kepentingan lain,” tambahnya.

Namun, menjelang batas waktu aksi pukul 18.00 Wita, situasi memanas dengan meningkatnya eskalasi. Polisi bahkan mendeteksi adanya lemparan bom molotov.

“Sehingga akhirnya itu ditunjuk dari pimpinan, kita lakukan upaya pembubaran, dan alhamdulillah kira-kira satu jam kita lakukan upaya pembubaran,” jelas Hendri.

Meski tidak ada korban dari pihak kepolisian akibat bom molotov, dua anggota polisi mengalami luka akibat lemparan batu.

“Itu mengenai 2 orang anggota saya yang sekarang dalam proses perawatan di rumah sakit. Kondisinya tidak terlalu parah, tapi kami sangat prihatin,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria