Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

The 2nd Annual International Conference on Islamic and Finance(AICIEF) 2025 Sukses Digelar FEBI UINSI Samarinda

Redaksi Prokal • 2025-11-06 22:08:35
Narasumber dan peserta foto bersama.
Narasumber dan peserta foto bersama.

SAMARINDA- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda kembali sukses menggelar The 2nd Annual Internasional Conference on Islamic and Finance(AICIEF) 2025 pada 5 November bertempat di Aula Hotel Grand Sawit Samarinda. Kegiatan international ini mengangkat tema “Digital Transformation in Islamic Finance, Opportunities Challenges and Technological Implementation “dibuka oleh Rektor Prof Dr. Zurqoni. M.Ag.

Dalam sambutannya ia mendukung penuh serta berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah yang lebih baik serta meningkatkan inovasi teknologi maupun digitalisasi yang semakin berkembang di era global. "Kemampuan dalam mengadopsi teknologi dan digitalisasi terutama dibidang keuangan syariah tentunya akan berdampak besar dalam perekonomian," katanya.

Sementara itu Dekan FEBI UINSI Samarinda Dr. H. Moh Mahrus SAg. M.HI dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang positif untuk pengembangan ekonomi syariah serta meningkatkan jalinan kolaborasi diantara akademisi, praktisi, peneliti dan mahasiswa serta berbagai pihak untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan dibidang ekonomi syariah.

"Diskusi transformasi digital ini diharapkan menjadi wadah berkelanjutan baik ditingkat nasional dan regional serta internasional guna memperkuat kolaborasi akademisi dan mendorong terciptanya transformasi teknologi inovasi dan digitalisasi yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dibidang ekonomi," kata Mahrus.

Terpisah, Ketua Panitia AICIEF 2025 Dr Iskandar M.Ag melaporkan kegiatan AICIEF 2025 kali ini menghadirkan narasumber dari 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina, yaitu Ragil Misas Fuadi (Ekonom RKK-DEKS Bank Indonesia) yang memaaparkan materi terkait terkait urgensi digitalisasi dan blueprint ekonomi dan keuangan syariah (EKsyar) 2030, Prof Dr Tulus Suryanto, M.M., Akt, C.A. (President of the Association of Islamic Economic and Finance/ASIEFF) tentang pentingnya sinergi antara dunia akademik dan praktisi keuangan global, Dr. Nashirah binti Abu Bakar (Universiti Utara Malaysia) memaparkan materi terkait implementasi teknologi digitalisasi keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari dan pentingnya kepatuhan syariah menghadapi era transpormasi digital.

Narasumber dan peserta foto bersama.
Narasumber dan peserta foto bersama.

Juga Dr. Shahid Manalundong (Mindanao State University, Philippines) tentang pentingnya kolaborasi antar negara untuk memperkuat pengembangan ekonomii Islam dikawasan ASEAN. Transformasi berbasis ekonomi syariah diharapkan memperkuat inklusi dan daya saing dan memperkuat ekosistem keuangan khususnya ekonomi syariah.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti ratusan peserta dari berbagai universitas yang juga melakukan pemaparan pada sesi diskusi dan panel sesion. Kegiatan diskusi berjalan sangat baik dan penuh antusias yang dimoderatori oleh Mohammad Wahyu Diansyah, S.IP, M.Env. Pemaparan demi pemaparan yang dilakukan oleh para narasumber terkait syariah complain yang menekankan pada peran masing-masing individu melalui praktek dilapangan untuk menguatkan ekonomi syariah yang tidak lepas dari integritas dan tanggung jawab yang amanah sebagai implementasi nilai-nilai islam yang universal.

Adapun Manfaat positif dari transformasi digitalisasi adalah :

1. Meningkatkan Aksesibilitas: Digitalisasi memungkinkan akses yang lebih luas dan mudah ke layanan keuangan syariah, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.

2. Meningkatkan Efisiensi: Digitalisasi dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi dalam proses keuangan syariah.

3. Meningkatkan Transparansi: Digitalisasi memungkinkan transparansi yang lebih baik dalam transaksi keuangan syariah, sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.

4. Meningkatkan Inovasi: Digitalisasi memungkinkan pengembangan produk dan layanan keuangan syariah yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

5. Meningkatkan Kompetititas: Digitalisasi memungkinkan lembaga keuangan syariah untuk bersaing dengan lembaga keuangan konvensional dan meningkatkan kualitas layanan.

Transformasi digitalisasi ekonomi syariah juga memiliki beberapa tantangan, antara lain:

1. Keamanan Data: Digitalisasi meningkatkan risiko keamanan data dan privasi nasabah.

2. Regulasi: Perlu adanya regulasi yang jelas dan sesuai untuk mengatur digitalisasi ekonomi syariah.

3. Keterampilan Sumber Daya Manusia: Perlu adanya keterampilan sumber daya manusia yang memadai untuk mengoperasikan teknologi digital.

4. Infrastruktur: Perlu adanya infrastruktur teknologi yang memadai untuk mendukung digitalisasi ekonomi syariah.

Dalam keseluruhan, transformasi digitalisasi ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas layanan keuangan syariah dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat kepada layanan keuangan syariah. Namun, perlu adanya upaya untuk mengatasi tantangan yang ada dan memastikan bahwa digitalisasi ekonomi syariah dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Acara hiburan dalam seminar internasional garapan FEBI UINSI.
Acara hiburan dalam seminar internasional garapan FEBI UINSI.

Berbagai riset yang menunjukkan perkembangan ekonomi syariah dan transformasi teknologi melalui inovasi digitalisasi yang diharapkan mampu menjawab tantangan di era global. Berbagai strategi dan tantangan di dalam pengembangan ekonomi syariah yang dikemukakan semakin menarik dan turut mewarnai sesi diskusi. kegiatan ACIEF 2025 ini pada akhirnya dilaksanakan sebagai wujud komitmen kampus dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih baik. (*)

 

Editor : Indra Zakaria