Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Keadaan Darurat, Pintu Air Bendungan Lempake Dibuka, Warga Diimbau Waspada

Muhamad Yamin • Selasa, 28 Januari 2025 - 14:08 WIB
Photo
Photo

SAMARINDA - Untuk mencegah kenaikan muka air yang lebih lebih tinggi dan merealese (melepaskan) air ke hilir, pintu air di Bendungan Lempake, dibuka, Selasa 28 Januari 2025.

Kondisi tersebut, masyarakat tinggal di Perumahan Bengkuring, Betapus, Jalan Pemuda, Jalan Dr. Soetomo, Jalan S. Parman, Jalan Cendrawasih, Jalan Gelatik dan Kampus UNMUL, agar mewaspadai genangan banjir yang mulai naik.

Photo
Photo

Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU dalam suratnya kepada Walikota Samarinda menyampaikan bahwa keadaan darurat di Bendungan Lempake Pada hari Senin, tanggal 27 Januari 2025 pukul 16:30 WITA dalam keadaan darurat yaitu WASPADA 2.

"Dimana kondisi elavasi muka air waduk saat ini mencapai +8,10 m dari elevasi muka air normal +7,20 m dan elevasi puncak bendungan pada 49,50 m," jelas Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV, Yosiandi RW, tertulis dalam surat tanggal 27 Januari 2025.

Dalam penjelasannya, Yosiandi menyampaikan kondisi keadaan darurat Bendungan Lempake ini akibat intensitas hujan sedang - tinggi di hulu waduk.

"Untuk mencegah kenaikan muka air Waduk Lempake menjadi lebih tinggi, kami melakukan membuka pintu air untuk merelease air ke hilir dan tetap melakukan pemantauan intensif terhadap kenaikan muka air," jelasnya.

"Sebagai langkah antisipasi perlu kami informasikan kepada Bapak bagi daerah di hilir yang kemungkinan terdampak kenaikan muka air Bendungan Lempake agar waspada terhadap genangan," ujarnya lagi.

Sementara itu, informasi dihimpun relawan di lapangan, dampak genangan banjir terus meluas. Semula pada pukul 08.30 WITA pagi tadi, dampak banjir mencakup 357 rumah dengan jumlah Kepala keluarga 1.121 Kepala Keluarga yang tersebar di Perumahan Bengkuring Kelurahan Sempaja Timur dan Perumahan Griya Mukti.

Kemudian, pada pukul 13.00 WITA, total keseluruhan terdampak banjir membesar menjadi 820 bangunan rumah, 846 Kepala Keluarga dan 2.203 jiwa.

Ketua Relawan ITS-TRC, Joko Iswanto menjelaskan saat ini bantuan diperlukan korban banjir yaitu sembako, kebutuhan khusus ( Bumil, Bayi, Manula), obat obatan & ( Vitamin) dan air mineral.

"Genangan banjir saat ini bervariasi antara 20 - 150 cm. Dan wilayah terdampak banjir meliputi 22 RT," kata Joko. (*)

Editor : Indra Zakaria