Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pasca Kebakaran Terkuak Lemahnya Sistem Pengamanan, BIGMall Ditutup Sementara

Redaksi • Rabu, 4 Juni 2025 - 15:59 WIB
Manajemen BIGMall merilis pernyataan resmi setelah insiden kebakaran yang menghanguskan sejumlah tenant.
Manajemen BIGMall merilis pernyataan resmi setelah insiden kebakaran yang menghanguskan sejumlah tenant.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Pusat perbelanjaan BIGMall Samarinda ditutup total pascakebakaran hebat yang terjadi pada Selasa dini hari (3/6/2025). Api yang melalap tujuh tenant di area atrium itu menyisakan pertanyaan besar, karena hingga kini sumber api masih belum diketahui. Tim gabungan dari Polresta Samarinda dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Kaltim tengah menyelidiki penyebab kebakaran.

Asap tebal pertama kali terlihat sekitar pukul 00.05 Wita dan dalam waktu singkat menyebar ke berbagai area, termasuk menuju Hotel Fugo yang masih berada dalam satu kompleks. Tak hanya menimbulkan kerusakan material, peristiwa ini juga menyebabkan sejumlah pengunjung dan pekerja mengalami gangguan pernapasan akibat terpapar asap pekat.

Manajemen BIGMall dalam siaran pers resminya menyatakan bahwa seluruh operasional mal untuk sementara dihentikan. “Kami tengah berkoordinasi dengan tim investigasi dan pihak berwenang. Penutupan ini merupakan langkah pencegahan untuk memastikan keamanan pengunjung, penyewa, dan seluruh staf,” tulis manajemen BIGMall melalui media sosial resmi mereka.

Mereka juga meminta dukungan serta pengertian masyarakat atas situasi darurat ini, sembari menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra, menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat terkendala karena beberapa akses pintu dalam kondisi terkunci. “Sejumlah pintu dalam keadaan terkunci, ini memperlambat akses dan proses pemadaman,” ungkap Hendra di lokasi kejadian.

Tim pemadam bekerja hampir tiga jam untuk menjinakkan api dan mengevakuasi korban. Kepulan asap pekat menjadi hambatan utama karena menghalangi jarak pandang dan menimbulkan sesak napas. Beberapa korban bahkan harus dievakuasi dalam kondisi lemas menggunakan tandu.

Data sementara mencatat sedikitnya 12 orang mengalami gangguan pernapasan, termasuk petugas pemadam dan relawan. Mereka dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Samarinda, antara lain RS Dirgahayu, RS Hermina, dan RSUD AW Sjahranie.

“Kebanyakan korban terpapar asap di area koridor dalam dan tangga darurat,” tambah Hendra. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai nilai kerugian material. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan korsleting listrik di salah satu tenant, namun penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi Labfor.

SISTEM KEAMANAN LEMAH

Kebakaran hebat yang melanda tujuh tenant di area atrium BIGMall Samarinda pada Selasa tengah malam (3/6/2025) bukan hanya menimbulkan kerusakan fisik dan korban gangguan pernapasan, tetapi juga membuka fakta mengejutkan: sistem proteksi kebakaran internal gedung dinilai gagal total saat insiden terjadi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra, menegaskan bahwa sistem keamanan gedung seperti sprinkler dan hydrant tidak berfungsi sebagaimana mestinya ketika kebakaran terjadi sekitar pukul 00.05 Wita.

“Kami temukan sprinkler tidak aktif. Padahal, sistem ini seharusnya otomatis menyemprot saat suhu panas terdeteksi,” kata Hendra saat ditemui usai proses pendinginan.

Temuan tersebut mengejutkan tim pemadam karena sprinkler, yang seharusnya menjadi lapisan pertahanan pertama terhadap penyebaran api, justru tidak merespons. Akibatnya, api cepat menjalar ke sejumlah unit usaha, terutama tenant yang menjual produk fesyen dan aksesori.

Lebih lanjut, sistem hydrant internal gedung pun tak berjalan optimal. Menurut Hendra, pompa diesel yang seharusnya aktif otomatis ternyata masih mengandalkan sistem manual.

“Pompa tidak aktif otomatis. Padahal, ini sudah kami peringatkan dalam evaluasi rutin sebelumnya,” tegasnya.

Kondisi ini membuat penanganan awal sepenuhnya bergantung pada kedatangan tim pemadam dari luar gedung. Padahal, bila sistem pengaman bekerja semestinya, potensi kerusakan bisa ditekan sejak awal. Akibat keterlambatan penanganan, 12 orang mengalami gangguan pernapasan—termasuk pengunjung, staf tenant, dan relawan.

Disdamkar mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi teknis kepada pengelola BIGMall terkait perbaikan sistem proteksi kebakaran. Namun, menurut Hendra, rekomendasi tersebut tidak ditindaklanjuti secara serius.

“Kami sudah beri catatan. Sayangnya, tidak direspons. Ini bukti bahwa kelalaian sistem bisa berdampak fatal,” ujarnya. Sementara itu, penyebab utama kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari salah satu tenant, namun potensi kelalaian teknis dan unsur pidana juga sedang ditelusuri.

“Kami belum bisa simpulkan. Tim kepolisian masih melakukan olah TKP, dan investigasi menyeluruh sedang berlangsung,” kata Hendra. (kis/nha)

Editor : Indra Zakaria