Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hindari Puncak Kepadatan, Pemudik Mulai Membanjiri Terminal Lempake Lebih Awal

Redaksi Prokal • Kamis, 26 Maret 2026 - 18:05 WIB

Suasana ramai di Terminal Lempake arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. (kis)
Suasana ramai di Terminal Lempake arus balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. (kis)

SAMARINDA – Aktivitas arus balik Idulfitri 1447 Hijriah di Terminal Lempake, Samarinda, mulai menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan pada Rabu (25/3). Ratusan pemudik dari arah utara Kalimantan Timur, khususnya Bontang dan Sangatta, terpantau mulai tiba di Kota Tepian. Area kedatangan terminal pun dipadati oleh penumpang bus antarkota yang membawa barang bawaan khas mudik, menandakan gelombang kepulangan warga yang ingin mencuri start sebelum puncak arus balik melanda.

Keputusan untuk kembali lebih awal menjadi strategi favorit bagi kalangan mahasiswa. Bayu (20), seorang mahasiswa semester enam yang baru saja pulang dari Sangatta, mengaku sengaja memilih jadwal hari ini agar perjalanan terasa lebih santai dan nyaman. Baginya, menempuh perjalanan selama empat setengah jam menggunakan bus jauh lebih efisien dibandingkan mengendarai sepeda motor. Selain faktor keamanan, kenyamanan untuk bisa beristirahat di dalam armada bus menjadi alasan utama mengapa transportasi umum tetap menjadi primadona bagi perantau muda.

Hal senada diungkapkan oleh Rini (21), mahasiswi Universitas Mulawarman asal Rantapulung, Kutai Timur. Ia terbiasa menggunakan jasa bus karena alasan keselamatan dan restu orang tua yang enggan melepasnya berkendara jarak jauh sendirian. Meskipun fasilitas armada bervariasi antara penggunaan AC maupun kipas angin, ia merasa durasi perjalanan empat hingga lima jam tetap terasa nyaman untuk dinikmati dengan beristirahat.

Penata Layanan Operasional Terminal Lempake, Marsell Reza, menjelaskan bahwa pergerakan arus balik sebenarnya sudah terdeteksi sejak H+1 Lebaran, namun baru pada hari ini volume kedatangan dari arah Bontang dan Sangatta terlihat mendominasi. Saat ini, jumlah keberangkatan bus dari Samarinda telah menyentuh angka 10 hingga 12 unit per hari, dengan rata-rata keterisian 20 sampai 29 penumpang per bus. Terkait tarif, masyarakat masih bisa menikmati harga yang kompetitif, berkisar antara Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu untuk rute Bontang, serta Rp 55 ribu hingga Rp 70 ribu untuk rute Sangatta, tergantung pada fasilitas bus yang dipilih.

Pihak pengelola terminal memprediksi puncak arus balik baru akan terjadi pada akhir pekan mendatang, tepatnya pada 28 dan 29 Maret, seiring dengan berakhirnya masa libur sekolah dan perkantoran. Menariknya, Marsell mencatat adanya sedikit penurunan jumlah penumpang dibandingkan tahun lalu akibat kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan jadwal libur yang tidak serentak, sehingga pergerakan massa tidak menumpuk di satu waktu. Masyarakat pun diimbau untuk tetap disiplin dengan jadwal keberangkatan armada agar tidak tertinggal atau kehabisan tiket di tengah tren peningkatan penumpang ini. (*)

 

Editor : Indra Zakaria