SAMARINDA – Satlantas Polresta Samarinda terus melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang ibu dan putrinya di Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road II), Kelurahan Lok Bahu. Polisi kini telah mengamankan pengemudi truk roda sepuluh yang terlibat dalam insiden maut tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, menegaskan bahwa pihak kepolisian masih bekerja keras mengumpulkan bukti di lapangan guna mengungkap kronologis pasti tabrakan antara sepeda motor bernomor polisi KT 3823 CAB dengan truk kontainer KT 9095 BU tersebut. "Pengemudi truk sudah kami amankan dan saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut,” ujar La Ode saat memberikan keterangan resmi.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, muncul dugaan kuat bahwa insiden ini dipicu oleh tabrakan dari arah belakang. La Ode menjelaskan bahwa posisi kendaraan besar tersebut berada tepat di belakang motor yang dikendarai kedua korban sebelum benturan terjadi. “Informasi sementara, terjadi tabrak belakang, di mana kendaraan roda 10 berada di belakang sepeda motor korban. Namun untuk kepastian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan saksi,” jelasnya.
Tantangan utama bagi tim penyidik saat ini adalah minimnya saksi mata di lokasi karena area Ring Road II yang tidak padat pemukiman. Polisi pun berupaya menyisir sekitar wilayah Lok Bahu untuk mencari keterangan tambahan yang bisa memperterang kasus ini. “Kami masih mencari saksi di sekitar TKP untuk memperjelas kronologis, karena di lokasi tersebut tidak banyak rumah,” tambah La Ode.
Mengenai faktor eksternal seperti kondisi infrastruktur, pihak kepolisian memastikan bahwa jalan di lokasi kejadian dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan yang membahayakan. La Ode menyebutkan bahwa kontur jalan yang berbukit dan cuaca yang cerah seharusnya tidak menjadi kendala teknis bagi pengendara. "Kondisi jalan menanjak kemudian turunan, cuaca cerah, dan tidak ada kerusakan jalan,” tegasnya.
Kedua korban dalam insiden tragis ini, yakni SN (51) dan putrinya VPW, telah dimakamkan di TPU Lempake pada Selasa malam (14/4/2026). Kepergian keduanya menyisakan duka mendalam bagi warga Kelurahan Lempake, mengingat dedikasi SN sebagai kepala PAUD dan putrinya yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Hingga saat ini, polisi menjamin proses hukum akan terus berjalan transparan hingga penyebab pasti kecelakaan terungkap sepenuhnya.
Editor : Indra Zakaria