Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Petani Betapus Keluhkan Irigasi Rusak, Ananda Emira Moeis Minta Pemerintah Segera Bertindak

Muhamad Yamin • Sabtu, 18 April 2026 - 08:58 WIB
Ananda di Betapus.
Ananda di Betapus.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyoroti persoalan irigasi yang dikeluhkan petani di kawasan Betapus, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Kerusakan jalur irigasi dari Bendungan Benanga dinilai telah mengganggu pengairan sawah warga.

Sorotan itu muncul saat Ananda berdialog dengan para petani pada Jumat, 17 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, seorang petani bernama Satiran menyampaikan bahwa kondisi jaringan irigasi telah rusak selama puluhan tahun.

“Petani, khususnya Pak Satiran, mengeluhkan terkait air atau irigasi. Waduk Benanga Lempake yang sudah lama itu, aliran jalur irigasinya banyak yang rusak,” ujar Ananda.

Menurut dia, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian. Ia menekankan perlunya perhatian serius pemerintah untuk segera merehabilitasi jaringan irigasi Bendungan Benanga.

“Perlu ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki jalur irigasi bendungan ini agar bisa kembali mengairi sawah warga di Betapus,” kata dia. Ananda mengatakan kawasan Betapus memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas, yakni sekitar 250 hektare, yang terdiri atas lahan basah dan kering. Potensi itu, menurut dia, perlu didukung infrastruktur yang memadai agar mampu meningkatkan hasil produksi.

Ia juga menyoroti perbandingan hasil panen petani setempat yang masih tertinggal dibandingkan daerah lain. Saat ini, petani di Betapus rata-rata menghasilkan 4–5 ton per panen, sementara di sejumlah wilayah di Pulau Jawa dapat mencapai 6–8 ton.

“Ini menunjukkan ada kesenjangan yang harus dikejar. Perlu ada program bantuan, baik dari sisi infrastruktur maupun pendampingan, agar hasil panen petani bisa meningkat,” ujarnya.

Ananda berharap pemerintah segera melakukan intervensi agar potensi pertanian di kawasan tersebut dapat dioptimalkan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. (*)

Editor : Indra Zakaria
#ananda emira moeis