PROKAL.CO- Suasana tenang di ruas Jalan Harun Nafsi hingga Jalan HAMM Rifadin, Loa Janan Ilir, mendadak berubah menjadi horor pada Sabtu (25/4) malam. Sebuah mobil Daihatsu Terios putih bernopol KT 1576 CK memicu kepanikan luar biasa setelah melaju ugal-ugalan dan menghantam sedikitnya sepuluh orang pengguna jalan. Aksi nekat ini memicu aksi kejar-kejaran dramatis yang melibatkan massa hingga melintasi batas kota.
Insiden yang menyerupai aksi "koboi" jalanan ini dilakukan oleh seorang pria berinisial IS. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun pihak kepolisian, semua bermula dari kepanikan pelaku saat sedang berhenti di sebuah minimarket kawasan Jalan PMI bersama seorang wanita yang baru dikenalnya melalui media sosial. Saat sedang menepi, tiba-tiba mobil IS digedor oleh dua pria tidak dikenal. Karena merasa terancam dan ketakutan, IS langsung menginjak gas sedalam mungkin tanpa mempedulikan keselamatan orang di sekitarnya.
Laju kendaraan yang tidak terkendali itu menyapu deretan pengendara di sepanjang rute Jalan Harun Nafsi dan Jalan HAMM Rifadin yang menjadi titik awal jatuhnya banyak korban. Pelaku bahkan sempat terkepung oleh massa yang geram di kawasan Jalan Slamet Riyadi. Meski mobilnya sempat menjadi sasaran amukan warga hingga mengalami kerusakan, IS tetap berhasil meloloskan diri dan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi ke arah luar kota menuju wilayah Samboja, Kutai Kartanegara.
Di Samboja, pelaku memutuskan untuk meninggalkan mobil Terios-nya yang sudah dalam kondisi ringsek. Ia kemudian dijemput oleh rekannya yang menggunakan mobil Daihatsu Ayla abu-abu untuk kembali bersembunyi di wilayah Samarinda. Namun, pelariannya tidak berjalan mulus karena pergerakan mobil penjemput tersebut terus dipantau melalui koordinasi cepat relawan dan warga di grup WhatsApp. Sekitar pukul 03.30 WITA, kendaraan yang mencurigakan itu terpantau melintas di Samarinda Seberang dan langsung dibuntuti.
Pengejaran berakhir di Jalan Abdul Wahab Syahranie, Gang 5, di mana IS akhirnya diringkus oleh warga dan relawan tanpa perlawanan berarti. Dicky, salah satu relawan di lokasi, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil dari penelusuran intensif setelah mendapatkan informasi akurat mengenai arah pelarian pelaku.
Setelah diamankan, IS dibawa ke Mapolsekta Samarinda Ulu untuk pengamanan awal guna menghindari amuk massa lebih lanjut. Kapolsekta Samarinda Ulu, AKP Wawan Gunawan, menegaskan bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke Satlantas Polresta Samarinda untuk proses hukum lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak kepolisian melalui Ipda Mat Bahri masih terus melakukan pendataan lengkap terhadap para korban yang kini tengah menjalani perawatan intensif di beberapa fasilitas medis terdekat.(*)
Editor : Indra Zakaria