Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Konstruksi Kokoh Tak Asal Bangun, Dinas PUPR Tepuk Tepis Isu Longsor di Proyek Terowongan Samarinda

Redaksi Prokal • Rabu, 3 Juni 2026 | 07:00 WIB
Terlihat bagian atas pada proyek terowongan. Potret ini memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan proyek.
Terlihat bagian atas pada proyek terowongan. Potret ini memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan proyek.

SAMARINDA – Desas-desus miring mengenai isu longsor yang melanda proyek terowongan ikonik milik Pemerintah Kota Samarinda di segmen Kecamatan Sambutan akhirnya ditepis keras oleh pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Pihak berwenang memastikan bahwa seluruh aspek keamanan lereng di area tersebut telah menjadi perhatian utama yang sangat krusial sejak tahap awal perencanaan mega proyek ini digulirkan. Keamanan dan kekuatan struktur bangunan menjadi komitmen mutlak yang terus dikawal agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Penjelasan mendalam tersebut diuraikan langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen Dinas PUPR Kota Samarinda, Riski, yang menjamin bahwa desain cut and cover di kawasan masuk atau inlet terowongan sudah melewati serangkaian kajian teknis yang amat ketat. Kajian mendalam ini dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melibatkan tim ahli geoteknik yang berkompeten di bidangnya. "Struktur ini tidak dibuat secara sederhana. Semua sudah melalui perhitungan teknis, termasuk faktor keamanan lereng dan kekuatan konstruksi dalam jangka panjang," jelas Riski saat meluruskan spekulasi yang beredar di lapangan.

Lebih lanjut, Riski memaparkan bahwa selain berfungsi sebagai pelindung akses utama untuk masuk ke dalam terowongan, struktur kokoh tersebut secara arsitektural juga dirancang sebagai bagian dari sistem penguatan lereng itu sendiri. Area di atas bangunan utama nantinya akan ditimbun kembali untuk membantu menjaga sekaligus memperkuat kestabilan tanah di sekitarnya dari ancaman pergeseran alami. "Kami juga telah menyiapkan sejumlah pekerjaan pendukung berupa perkuatan lereng pada beberapa titik sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan geoteknis di masa mendatang," terang Riski demi memberikan rasa aman kepada publik.

Meski kondisi konstruksi fisik saat ini dinyatakan berada dalam status aman dan sangat stabil, Pemerintah Kota Samarinda menegaskan tidak akan gegabah dan belum akan membuka fasilitas infrastruktur modern ini untuk umum dalam waktu dekat. Jalur bawah tanah tersebut baru bisa dilintasi setelah seluruh tahapan pengujian selesai dilaksanakan secara resmi. Saat ini, Pemkot Samarinda masih terus menunggu kedatangan tim penguji khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek teknis bangunan sebelum nantinya berhak menerbitkan sertifikat atau status layak fungsi secara legal. (*)

Editor : Indra Zakaria
#Terowongan Samarinda