PROKAL.CO- Gelaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Samarinda dipastikan aman dari hantu kelangkaan daya tampung. Di atas kertas, kuota bangku sekolah yang disediakan pemerintah daerah jauh melampaui jumlah anak didik yang akan lulus. Sebanyak 14.512 kursi jenjang SMP disiapkan untuk menyambut 13.079 lulusan SD di Kota Tepian. Meski mengantongi surplus hingga 1.433 kursi, pekerjaan rumah besar justru bergeser pada cara memecah penumpukan pendaftar yang secara tradisional selalu berburu dan berjejal di sekolah-sekolah yang dicap favorit.
Guna menjinakkan ego sektoral para pendaftar dan meratakan sebaran peserta didik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda langsung mengambil langkah taktis dengan membagi layanan SMP ke dalam empat rayon utama berbasis kecamatan. Jika dibedah, total daya tampung tersebut mengandalkan 10.053 kursi di sekolah negeri dan 4.459 kursi di sekolah swasta. Peta statistik ini menunjukkan sebuah fakta unik; kapasitas bangku sekolah memang melimpah, namun jika seluruh lulusan SD bersikeras memilih sekolah negeri, maka akan tercipta jurang sekitar 3.000 murid yang terpaksa tidak tertampung di fasilitas milik pemerintah. Kondisi inilah yang membuat kompetisi di jalur mandiri maupun zonasi diprediksi tetap akan berjalan sengit.
Plt Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Araby, menegaskan bahwa dari kacamata makro, pasokan kursi sekolah di Samarinda sama sekali tidak menemui kendala berarti. Seluruh daya tampung yang tersedia saat ini dijamin sangat mandiri untuk merangkul total lulusan SD yang ada.
“Secara umum tidak ada persoalan kekurangan kursi sekolah di Samarinda. Daya tampung yang tersedia masih mampu mengakomodasi seluruh lulusan SD tahun ini,” jelas Ibnu Araby saat memberikan keterangan resmi.
Berdasarkan cetak biru pemetaan yang dirilis, ke empat rayon SMP di Samarinda seluruhnya berada dalam status surplus. Rayon 1 di wilayah Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, dan Palaran mengamankan 2.999 kursi untuk 2.936 lulusan. Rayon 2 yang melingkupi Samarinda Kota, Samarinda Ilir, dan Sambutan memiliki kelonggaran tinggi dengan daya tampung 3.305 kursi berbanding 2.890 lulusan. Sementara itu, Rayon 3 di kawasan utara menyediakan 3.514 tempat duduk, dan Rayon 4 yang mengover Samarinda Ulu serta Sungai Kunjang memegang predikat kapasitas raksasa dengan total 4.628 kursi untuk 4.179 calon siswa.
Tidak hanya di tingkat menengah, benteng pemerataan ini sudah mulai dibangun sejak jenjang pendidikan dasar. Pada SPMB kali ini, Disdikbud Samarinda menerapkan strategi pertahanan dini dengan memecah layanan SD ke dalam 10 zona wilayah strategis guna memutus rantai penumpukan siswa sejak dini. Kuota masif sebanyak 17.000 kursi disebar ke dalam 587 rombongan belajar yang mengombinasikan kekuatan sekolah negeri dan swasta, dengan sebaran wilayah yang dihitung cermat berdasarkan densitas penduduk hingga titik perbatasan kabupaten tetangga. Melalui skenario zonasi yang ketat ini, pemerintah berharap persepsi masyarakat tentang sekolah unggulan perlahan bisa terkikis.
“Masalahnya bukan pada jumlah kursi, tetapi konsentrasi pendaftar yang masih menumpuk di sekolah-sekolah favorit,” tandas Ibnu mengingatkan tantangan riil di lapangan. (*)
Editor : Indra Zakaria