Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gegerkan Warga Folder Air Hitam, Mahasiswa Asal Berau Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Indekos

Redaksi Prokal • Senin, 6 Juli 2026 | 07:30 WIB
ilustrasi jenazah
ilustrasi jenazah

SAMARINDA – Warga di kawasan Folder Air Hitam, Jalan A.W. Sjahranie, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, digegerkan oleh penemuan jasad seorang mahasiswa di dalam kamar indekosnya pada Sabtu (4/7) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Korban yang diketahui berinisial AF, pemuda berusia 21 tahun asal Kabupaten Berau, ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar kosnya yang terletak di lantai dua.

Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Asriadi, membenarkan adanya insiden penemuan mayat tersebut. Setelah menerima laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Samarinda Ulu bersama Tim Inafis Polresta Samarinda langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah mahasiswa yang tinggal seorang diri tersebut segera dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Terkait pemicu kematian korban, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mengamankan sejumlah alat bukti di sekitar lokasi.

AKP Asriadi menambahkan bahwa pihak kepolisian telah menghubungi keluarga korban di Berau, dan salah satu anggota keluarga saat ini sudah berada di Samarinda untuk mengurus proses pemulangan jenazah. Proses evakuasi korban sendiri sempat memerlukan bantuan khusus karena letak kamar yang berada di lantai dua dengan akses tangga yang terbilang sempit.

Komandan Posko 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda, Tri Indarto, menjelaskan bahwa personelnya dikerahkan ke lokasi setelah menerima permintaan bantuan evakuasi dari pihak kepolisian. Tim penyelamat terpaksa menggunakan tandu basket dengan sistem rolling untuk menurunkan jenazah dari lantai dua ke lantai bawah. Meski terkendala akses yang sempit, proses evakuasi berhasil diselesaikan dengan aman dalam waktu sekitar 10 hingga 15 menit.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman dan menunggu hasil pemeriksaan medis resmi dari pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti di balik kematian mendadak mahasiswa malang tersebut. (*)

Editor : Indra Zakaria
#berau