PROKAL.CO, SAMARINDA — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda meminta keterbukaan data distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Permintaan itu disampaikan dalam aksi lanjutan di Fuel Terminal Samarinda, Jalan Cendana, Selasa (13/10/2026).
Dalam aksi yang berlangsung pukul 17.00-18.00 Wita tersebut, HMI juga meminta penjelasan mengenai variabel penetapan kuota BBM serta penguatan pengawasan dan penindakan terhadap SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran.
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan menerima aspirasi tersebut. Perusahaan menyatakan, penyampaian informasi mengenai distribusi BBM perlu mengikuti ketentuan yang berlaku serta memperhatikan kewenangan pihak yang mengelola data.
Officer Communication and Relations PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Kahfi Haqi Arasyi mengatakan, Pertamina mendukung keterbukaan informasi publik, termasuk informasi mengenai penyaluran BBM bersubsidi.
“Data operasional penyaluran dapat disampaikan sesuai ketentuan dan klasifikasi informasi yang berlaku. Kami memahami kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai penyaluran BBM,” kata Kahfi dalam keterangan tertulis, Selasa.
Menurut Kahfi, informasi mengenai realisasi penyaluran BBM, kebijakan alokasi, serta besaran subsidi atau kompensasi negara perlu dibedakan berdasarkan jenis dan kewenangan pengelolaannya.
Ia mengatakan, informasi operasional yang terbuka untuk publik dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku. Adapun permintaan informasi mengenai kebijakan atau penetapan yang menjadi kewenangan regulator akan dikoordinasikan dengan instansi terkait.
“Pertamina perlu memastikan bahwa setiap informasi disampaikan oleh pihak yang berwenang dan berdasarkan data yang telah diverifikasi,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, HMI tetap menyampaikan pernyataan sikap terkait permintaan keterbukaan data distribusi BBM. Pertamina menghormati sikap tersebut dan menyatakan akan menindaklanjuti permintaan informasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kahfi berharap komunikasi dengan mahasiswa dapat terus berlangsung untuk membahas persoalan distribusi BBM dan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Sefa dari HMI Samarinda menjelaskan pihaknya akan lakukan konsolidasi untuk rencana aksi demonstrasi berikutnya usai aksi hari ini mengingat Pertamina tak bisa membuka data distribusi kuota BBM di Samarinda. "Fakta hari ini Pertamina tidak bisa membuka data distribusi kuota BBM di SPBU Samarinda dan kami akan konsolidasi lebih lanjut lagi," jelasnya. Sefa menegaskan HMI Samarinda meminta data untuk mengetahui kejelasan penyebab kelangkaan BBM apakah dikarenakan infrastruktur atau kuota BBM. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co