SAMARINDA – Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) di Kota Samarinda mulai memperlihatkan dampak yang tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan keterampilan warga untuk membuka peluang ekonomi.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, saat melakukan peninjauan lapangan dalam rangka Penilaian Probebaya Award 2026 di Jalan Arjuna Gang 2 dan Jalan Abul Hasan Gang 6. Dalam peninjauan tersebut, Neneng menyoroti bagaimana program pemberdayaan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan keterampilan memasak yang membuka peluang warga untuk menghasilkan produk makanan bernilai jual.
Ia menyebut, keterampilan yang diperoleh masyarakat bahkan telah dimanfaatkan untuk berjualan di Pasar Ramadan. Hal ini dinilai menjadi salah satu indikasi bahwa program pemberdayaan dapat membuka jalan bagi tumbuhnya usaha kecil di lingkungan warga.
“Alhamdulillah, berarti Pro Bebaya ini ada dampaknya terhadap ekonomi masyarakat. Kami mengharapkan hal ini bisa berkelanjutan,” Ungkap Neneng usai ditemui awak media. Kamis (29/10/2026). Menurut Neneng, hasil pelatihan tersebut berpotensi dikembangkan lebih jauh melalui pendampingan dan dukungan promosi. Jika kapasitas produksi telah memadai, produk-produk warga dapat dibantu pemasarannya, termasuk melalui sinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM.
Dengan demikian, manfaat Probebaya diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi peluang usaha yang dapat menopang penghasilan keluarga. “Di sisi lain, pembangunan fisik juga menjadi bagian dari pelaksanaan program,” Ucap Neneng.
Selain itu, ia melihat adanya pekerjaan perbaikan fasilitas masjid, termasuk pengecoran area halaman yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Neneng menilai, penggunaan anggaran secara optimal perlu berjalan seiring dengan keterlibatan warga agar hasil pembangunan sesuai kebutuhan lingkungan. “Dengan dana yang optimal, hasilnya juga optimal. Ada partisipasi warga,” Ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Ia mengajak warga berpartisipasi dengan menyampaikan laporan apabila menemukan persoalan fasilitas umum, seperti jalan berlubang, lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati, maupun drainase tersumbat.
Menurutnya, Pemerintah Kota Samarinda telah menyediakan kanal pengaduan melalui media sosial dan informasi kontak yang dapat diakses masyarakat. Partisipasi tersebut dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh informasi kondisi lapangan secara lebih cepat, sekaligus mendukung efisiensi anggaran pemantauan dan survei. “Kalau warga melihat, silakan dilaporkan. Kita jalankan pentahelix dengan cara yang sederhana, tetapi semua warga bisa berpartisipasi,” tuturnya.
Pendekatan pentahelix yang dimaksud menekankan keterlibatan berbagai unsur dalam pembangunan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan dalam mengidentifikasi kebutuhan dan mengawasi kondisi lingkungan.
Ia menekankan perlunya rembuk warga, pencatatan kegiatan, serta dokumentasi pekerjaan yang disusun secara baik agar pelaksanaan program dapat dipertanggungjawabkan ketika dilakukan pemeriksaan atau audit. (adv/diskominfo/smd)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co