MEROSOTNYA prestasi Mitra Kukar di tiga tahun terakhir menjadi sorotan suporter. Pola rekrutmen yang salah dinilai jadi sebab utama Naga Mekes terpuruk hingga akhirnya degradasi. Untuk itu diharapkan manajemen tim Kota Raja mulai mengubah pola rekrutmen jika tak ingin berlama-lama di Liga 2.
Salah satu kecenderungan Mitra Kukar tiga musim terakhir adalah merekrut pemain terlebih dahulu ketimbang pelatih. Sehingga tidak ada chemistry di antara pemain dan pelatih. Sejatinya, pelatih dipilih lebih dulu. Kemudian pelatih tersebut diberi kepercayaan memilih pemain. Minimal 70 persen pemain di dalam tim merupakan pilihan pelatih.
Dengan demikian, ketika pelatih tersebut gagal membentuk tim solid bisa langsung didepak. “Saya harap manajemen segera menemukan pengganti RD dalam waktu dekat. Dan, berikan pelatih tersebut hak untuk memilih pemain sesuai keinginan dia,” beber Ijong, pentolan The Warriors.
Ijong menyayangkan kepergian Rahmad Darmawan. Padahal, pelatih asal Metro, Lampung, itu sudah menyatakan diri siap bertahan. Namun, Ijong memahami pelatih butuh kepastian. Terlebih jika hal tersebut menyangkut masa depan RD dan keluarganya.
“Sedih sih, tapi mau bagaimana lagi. Kalau saya ada di posisi RD pasti saya akan melakukan hal yang sama, mencari yang lebih pasti,” tutup Ijong. (don2/k16)
Editor : octa-Octa