PENYERANG Brasil Gabriel Jesus kembali bermain sebagai winger di perempat final lawan Paraguay kemarin (28/9). Namun pergeseran posisi itu tidak juga mengakhiri masa paceklik produktivitasnya.
Seperti diberitakan ESPN, sejak bergabung dengan timnas 1 September 2016 maka Jesus belum pernah mencetak gol di turnamen mayor yang diikuti Brasil. Rinciannya lima laga di Piala Dunia 2018 dan empat di Copa America 2019. Totalnya Jesus macet dalam 656 menit di turnamen mayor.
Nah, usai laga kemarin Jesus mengatakan tak terbebani dengan rekor belum mencetak gol di turnamen mayor ini. Meski saat lawan Peru (23/6), pemain 22 tahun itu punya kesempatan. Sayang eksekusi penalti Jesus digagalkan kiper Peru Pedro Gallese menit ke-90+4.
Kegagalan penalti lawan Peru sempat membuat pemain Manchester City itu turun mentalnya. Namun Jesus terus memotivasi diri agar bisa lebih baik dalam jadi algojo tendangan penalti.
Hasilnya pun terlihat kemarin saat lawan Paraguay. Jesus yang jadi algojo kelima Brasil sukses jadi penentu langkah Canarinho ke semifinal. Tendangan arah kanan kiper Paraguay Gabito Fernandez tak bisa dibendung.
“Saya mengubah gaya menendang saya meski arahnya sama. Jika melawan Peru, saya melakukan tendangan chip dengan keras maka lawan Paraguay tidak lagi,” kata Jesus. “Saya lebih tenang, saya lihat kemana kiper itu akan bergerak baru bola saya tendang,” tambah eks penyerang Palmeiras itu.
Jesus pun mengaku tak mudah menghapus trauma kegagalan jadi algojo yang usianya cuma berselang beberapa hari saja. Namun sekali lagi, Jesus berhasil meyakinkan dirinya kegagalan eksekusi hanyalah masalah keberuntungan.
Sebelum adu penalti kemarin, asisten pelatih Brasil Cleber Xavier sempat bertanya lebih dahulu tentang kesiapannya jadi algojo penalti. Sebab Xavier tahu pasca terbloknya tendangan dari titik penalti ada trauma besar.
“Saya berinisiatif mengambil tantangan yang diberikan oleh Clebinho (sapaan Xavier, red.) ketika mendatangi saya. Saya percaya diri dan yakin pada gaya eksekusi kali ini tak akan dihalau kiper,” tutur Jesus. (dra/tom)
Editor : izak-Indra Zakaria