Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tinju Ingin Tambah Jam Terbang

izak-Indra Zakaria • 2020-01-14 11:55:32
TETAP OPTIMISTIS: Rahman Manurung, petinju kelas 81 kg, satu  di antara tiga atlet tinju Kaltim yang mengantongi tiket ke PON XX/2020 Papua.
TETAP OPTIMISTIS: Rahman Manurung, petinju kelas 81 kg, satu di antara tiga atlet tinju Kaltim yang mengantongi tiket ke PON XX/2020 Papua.

LOLOSNYA tiga petinju Kaltim ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua menumbuhkan peluang sumbangan emas dari cabang olahraga (cabor) satu ini. Demi mewujudkan hal tersebut, trio atlet yang lolos tersebut kini menjalani latihan terpisah. Selain itu, jelang multiajang empat tahunan itu, mereka diharap bisa menambah jam terbangnya.

Menurut pelatih tinju Kaltim Muhtar, itu penting untuk menebalkan mental bertanding mereka. "Selepas dua seri pra-PON, memang terlihat masalahnya ada di mental para atlet," ujar dia. Terlebih program training camp (TC) sebelum kualifikasi tak optimal. Muhtar menyebut, untuk pra-PON seri kedua, mereka hanya bisa berkumpul dua hari sebelum kejuaraan di Tenggarong. Bahkan tidak semua atlet bisa berkumpul.

"Kesulitannya juga mau mengukur sudah sejauh mana kekuatan kita. Karena jarang bertanding di luar daerah. Bahkan dua kali pra-PON itu, lawannya anak-anak pelatnas semua," tuturnya. Untuk menghadapi ajang sebenarnya di Papua. Muhtar mengklaim, latihan mandiri sudah dilaksanakan sejak bulan ini, dengan program yang sudah tersusun.

Dia menjelaskan, peluang emas Kaltim dari cabor tinju ada di dua kelas. Yakni melalui Budi Gunawan asal Mahakam Ulu di kelas 49 kg putra dan Jihan Mainong dari Kukar di kelas 45 kg putri. Dua atlet tersebut lolos saat pra-PON pertama. "Tapi itu juga harus dibarengi dengan skala tryout yang baik, agar letak kelemahan dan kekuatan petinju kita bisa diketahui," imbuhnya. Adapun satu petinju putra lainnya yang lolos di pra-PON kedua bernama Rahman Manurung kelas 81 kg asal Kukar.

"Walau cabor skala prioritas dan tidak ada perbedaan perlakuan, setidaknya perhatian tidak boleh terlewat. Terlebih soal jam terbang, yang memang cukup sulit bila bergerak sendiri," ujarnya. Adapun untuk jadwal TC tinju masih menunggu jadwal pemusatan latihan daerah (puslatda) KONI Kaltim. (*/yui/ndy/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Olahraga Kaltim