INDIAN WELLS- Persiapan ajang tenis Indian Wells yang berlevel ATP Masters 1000 dan WTA Premier Mandatory sudah 100 persen. Bahkan sejatinya start awal pekan ini. Tapi kemarin pihak panitia secara mendadak memutuskan untuk menunda gelaran tersebut.
Itu setelah ditemukan kasus penderita positiv virus korona atau Covid-19 di wilayah Coachella Valley. Indian Wells merupakan salah satu kota di area tersebut.
Coachella Valley sendiri masuk dalam wilayah Riverside County di negara bagian California. Kemarin Dinas kesehatan setempat mengeluarkan status darurat kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota yang berada di area gurun 100 mil (177 km) di timur Los Angeles tersebut.
Sejauh ini sudah ada 144 kasus positiv korona yang terdeteksi di negara bagian California. “Ada risiko yang terlalu besar jika acara sebesar ini tetap diadakan,” ucap Dr David Agus, Profesor kedokteran dan teknik Biomedis di University of Southern California dilansir ESPN.
Direktur Turnamen Indian Wells, Tommy Haas, menyebut panitia segera menentukan jadwal pengganti. Haas menambahkan, keputusan penundaan ini sudah sesuai dengan standart kesehatan yang dibuat oleh Centers for Disease Control (CDC) dan pemerintah negara bagian California.
Bintang-bintang top sejatinya sudah hadir dan siap bertanding di turnamen ini. Di antaranya adalah Rafael Nadal, Novak Djokovic, Serena Williams, Naomi Osaka, maupun Cori 'Coco' Gauff. Nadal menyebut keputusan ini adalah yang terbaik demi keselamatan semua pihak.
“Indian Wells ditunda. Saat ini saya masih berada di sini (Indian Wells) sebelum menentukan apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Semoga segera ada solusi untuk kondisi ini di seluruh dunia. Tetaplah sehat dan aman,” cuit Nadal di Twitter.
Penundaan ajang Indian Wells sementara menjadi ajang olahraga terbesar di Amerika Serikat (AS) yang terdampak sebaran virus korona. Event-event olahraga mayor lain di AS masih berjalan seperti biasa.
Sementara itu, Pemerintah Argentina kemarin mengonfirmasi kematian pertama warganya akibat menderita virus korona. Korban tersebut berjenis kelamain laki-laki berusia 64 tahun. Dia tiba di Buenos Aires pada 25 Februari setelah menghabiskan beberapa hari di Prancis.
GP One melaporkan, munculnya kasus kematian virus korona di Argentina ini sekaligus membuat gelaran GP Argentina di Termas de Rio Hondo yang bakal berlangsung pada 19 April kini dalam status terancam batal. Padahal, GP Argentina belakangan menjadi opsi balapan pembuka MotoGP musm ini.
Itu setelah GP AS di Austin yang akan berlangsung pada 5 April juga terancam batal akibat virus korona. “Kehilangan balapan di Argentina akan menjadi kerugian besar. Antusiasme penonton di setiap sudut Rio Hondo musim lalu sangat luar biasa,” tulis GP One. (irr)
Editor : izak-Indra Zakaria