Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kartu Merah! Sebabkan Mali U-17 Gagal Cegah Prancis U-17 Melaju Final untuk Kali Pertama

izak-Indra Zakaria • 2023-11-29 15:35:07
-
-

Mali yang tampil impresif di ajang Piala Dunia U-17, akhirnya terhenti di babak semifinal.  Mali harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 1-2, dan gagal melaju ke final pada laga di stadion Manahan, Solo, Selasa (28/11).

Di puncaknya, Prancis U-17 akan bertemu Jerman U-17 pada Sabtu (2/12) di Stadion Manahan. Sementara Mali U-17, akan memperebutkan peringkat tiga melawan Argentina U-17, sehari sebelum final dilangsungkan pada Jumat (1/12).

Dikutip dari Radar Surabaya (Jawa Pos Grup), saat laga semifinal, Mali bahkan menghasilkan gol lebih dahulu di akhir babak pertama (45+4') lewat kaki kapten Ibrahim Diarra. Dia memanfaatkan kesempatan dengan baik, setelah bola buangan kiper Prancis yang melayang tepat di depan matanya. Untuk kali pertama pula, kiper Paul Argney kebobolan. Sebelumnya sepanjang turnamen, Argney belum pernah kemasukan bola kecuali dalam adu penalti.

Sayangnya, permainan sengit Mali menjadi bumerang buat mereka. Mali akhirnya harus kehilangan seorang pemain Souleymane Sanogo yang diganjar kartu merah. Hasil VAR membuktikan, Sanogo telah melakukan pelanggaran keras dengan melakukan tekel terhadap Sadi Aymen. Mali pun akhirnya harus bermain dengan 10 pemain di menit ke-55. Hal itu tentu menjadi keuntungan bagi Prancis dan mereka berhasil membalasnya dengan dua gol ke gawang Mali. 

Gol pertama datang dari sundulan Yvann Titi di menit 56, dia mengambil umpan tendangan bebas dari Ismail Bouneb. Meski kebobolan, intensitas serangan Mali masih belum berkurang. Sayangnya, banyak peluang tercipta tetapi belum terkonversi gol. Sebaliknya permainan pun semakin keras, hingga berakibat pelanggaran. Pelanggaran yang dilakukan pemain Mali memberikan Prancis hadiah tendangan bebas lagi.  

Bouneb pun mengeksekusi dengan baik di menit ke-69. Tendangan langsungnya yang melengkung menembus blokade pemain yang berdiri di depan gawang.

Bola meluncur ke pojok kiri bawah gawang Mali tanpa bisa diantisipasi, menciptakan keunggulan untuk Prancis 2-1. 

Tidak sampai disitu, dua kesempatan emas kembali didapatkan oleh Mali, tetapi lagi-lagi Mali masih belum bisa memasukan gol. Bahkan peluang emas di dua menit jelang pertandingan berakhir hanya membentur mistar atas gawang Prancis.

Hingga peluit panjang berbunyi, keunggulan tetap untuk Les Bleus.

Pelatih Timnas Mali U-17 Soumaila Coulibaly mengatakan, jika sebenarnya timnya memainkan laga ini dengan baik. Namun, semuanya sedikit berubah ketika pemainnya mendapatkan kartu merah. Itulah yang membuat timnya kesulitan. "Meski sulit, tapi kami tetap berusaha menciptakan beberapa kesempatan untuk menyamakan kedudukan. Tapi sayang, kami tidak bisa melakukan yang terbaik," kata Coulibaly. "Saya sendiri juga telah memberikan masukan kepada pemain saat jeda minum, dan berharap mereka bisa lebih menikmati permainan. Jadi saya pikir kami hanya tidak beruntung kali ini," tuturnya. Coulibaly pun menuturkan bila pemain tidak diusir dan cukup dikartu kuning, hasil akhir akan berbeda. Meski kalah dan gagal untuk kali pertama menatap final, tetapi secara keseluruhan dia menilai Mali U-17 bermain cukup baik.

Sementara itu, pelatih Prancis Jean Luc Vannuchi mengatakan, bahwa laga melawan Mali ini adalah pertandingan yang ketat dan itu sudah diperkirakannya. 

"Kami bermain intensif, bermain dengan baik. Memainkan serangan dari belakang di babak pertama, dan kemudian bertahan untuk menyerang. Kami pun memenangkannya dan saya sangat puas dengan performa para pemain," ucapnya. 

"Saat kami kebobolan di pertengahan babak pertama, rasanya sangat sulit. Tapi kami tetap optimistis karena saat melawan Spanyol kami juga tertinggal lebih dahulu. Jadi ini ibarat ulangan, dan semua yang kami persiapan dalam latihan sesuai dengan yang kami perkirakan. Kami tidak khawatir, karena kami hanya mengubah satu pemain di sayap untuk mengubah kecepatan dan lihat bagaimana kami bereaksi tadi," jelas Vannuchi.

Untuk pertama kalinya Prancis berhasil mencapai babak final Piala Dunia U-17. Dimana sebelumnya pencapaian terbaik negeri fashion itu adalah hanya sampai semifinalis di edisi 2019. Laga melawan Jerman di final nanti, akan menjadi ulangan final kejuaraan Eropa U-17 UEFA pada Juni 2023. Di mana pada saat itu Prancis kalah 4-5 sehingga Jerman yang menjadi pemenang Euro U-17. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria