Kemenangan Jack Della Maddalena (JDM) atas Belal Muhammad pada UFC 315 Quebec, Kanada, Minggu 11 Mei, agaknya membuat Islam Makhachev positif naik ke kelas welter. Hal itu tergambar dari cuitan Islam di platform X "Time to become a double champion #inshaAllah, Let’s go" cuit Islam Makhachev. Cuitan itu sampai pukul 17.00 Minggu sore ditanggapi lebih dari 3 ribu tanggapan.
JDM sendiri sangat antusias meyambut kedatangan Islam di kelas welter. Ia tak keberatan jika Islam langsung tittle shoot melawan dirinya. Apalagi jika dilaksanakan di Australia, kampung halaman JDM. "Datang dan ambillah (sabuk welter)," tantang JDM. Dikatakannya, ada banyak petarung bagus di kelas ini, tapi Islam berhak mendapatkan kesempatan. "Kalau dia ingin maju, dia berhak mendapatkannya. Namun yang jelas (duel JDM vs Islam) bukan keputusan saya, terserah UFC," sambungnya.
Dia juga merasa jika harus bertarung dengan Islam di kelas welter, maka pertarungan bisa dilaksanakan di Australia."Aku rasa masuk akal, beberapa tahun lalu Volkanovski versus Islam juga dilaksanakan di Australia dan itu pertarungan yang hebat. Pertarungan yang ketat, jadi menurut saya itu masuk akal," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, JDM merebut gelar sabuk welter weight setelah mengalahkan Belal Muhammad, dengan keputusan mutlak. Dengan rencana naik kelasnya Islam ke kelas welter, maka kemungkinan besar gelar sabuk juara kelas ringan akan dikosongkan. Dan mimpi juara kelas feather Ilia Topuria menghadapi Islam Makhachev akan kandas. Skenario yang digembar-gemborkan, jika gelar Islam dikosongkan, maka Topuria akan berhadapan dengan Charles Oliviera untuk perebutan sabuk kelas ringan. Yang jelas, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. (*)
Editor : Indra Zakaria