Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

PSPS Tunggak Gaji Pemain dan Pelatih

wahyu-Wahyu KP • 2019-01-06 07:04:33

SURABAYA – PSPS Pekanbaru ternyata masih tunggak gaji pemain dan pelatih di kompetisi liga 2 musim 2018. Klub asal kota Pekanbaru itu diketahui belum membayar semua gaji pemain dan pelatih selama tiga bulan. Padahal, liga 2 sudah berakhir bulan awal Desember 2018.

Pelatih PSPS Pekanbaru Hendri Susilo mengatakan, masalah gaji memang belum dibayar hingga saat ini. “Pemain saat itu melaporkannya tiga bulan yang belum dibayar,” ujarnya. “Persisnya saya lupa bulannya,” imbuh Hendri. Selain itu, dampak mandeknya gaji yang belum terbayar banyak pemain PSPS keluar untuk mencari klub baru.

Terkait gaji beberapa pemain PSPS pun sempat melapor ke APPI. “Setelah melapor mereka pindah klub,” ungkap Hendri. Dia juga mengatakan, gaji sebagai pelatih juga belum dibayar. “Gaji Juni dan Juli jika tidak salah,” ujar pelatih asal Sumatra Barat itu.

Selain itu, Hendri sudah mengirim surat ke PT Liga tetapi tidak ada kejelasan hingga saat ini. “Tidak ada jawaban yang jelas,” ungkapnya. Sebagai pelatih dia merasa bertanggungjawab kepada pemain-pemain yang menanyakan masalah tersebut. Sebab, manajemen PSPS selalu mengatakan jika belum mendapat subsidi dari federasi. “Pemain hampir semuanya yang belum digaji, tetapi yang membuat laporan hanya 10 orang,” ujarnya.

Manajemen PSPS juga diketahui sudah mengirim surat bahwa mereka tidak sanggup membayar gaji pemainnya. “PT Liga mengatakan dana subsidi untuk PSPS akan ditahan dua termin,” ungkap Hendri. “Kami tidak tahu kenapa dipersulit,” imbuhnya.

“Semoga walaupun tidak untuk kami tetapi mewakili teman-teman, semoga tahun depan tidak terjadi hal seperti ini lagi,” harap Hendri. “Hampir setiap tahun seperti ini,” imbuhnya.

Salah satu mantan pemain PSPS Pekanbaru Tegar Hening Pangestu mengaku jika memang gajinya belum dibayar sepenuhnya oleh tim. “Memang masih ada tunggakan, sudah tiga bulan DP dan gaji belum dibayar,” ungkapnya. Tegar juga mengatakan bahwa manajemen PSPS terkesan pasif. “Saat itu manajemen sudah kami tekan terus tetapi tidak respons,” imbuh pemain yang kini membela Persis Solo itu.

Pemain PSPS juga sempat mogok bermain tetapi manajemen PSPS selalu menjanjikan akan dibayar apabila mau kembali bertanding. “Tidak pernah dibayar sampai lima pertandingan, kami juga toleransi dengan PSPS agar tidak disanksi PSSI karena walkout,” ujar Tegar.

Sementara itu, Media and Public Relation Manager PT LIB Hanif Marjuni mengatakan belum mengetahui masalah dana subsidi tersebut. “Untuk masalah subsidi yang belum cair nanti saya cek dulu di finance, sekarang (kemarin, Red) kan finance sudah tutup” ujar Hanif. “Jadi saya belum bisa memastikan kapan akan dibayarkan, akan saya cek dulu,” imbuhnya. (ana/jpg/don/k8)

Editor : wahyu-Wahyu KP