“WIMBLEDON mungkin akan menjadi yang terakhir.” Andy Murray mengatakannya dengan suara bergetar. Dia berusaha menahan gejolak emosi yang ingin keluar bersamaan dengan pernyataan tersebut. “Meski aku tidak begitu yakin bisa sampai di sana,” imbuhnya. Dia mulai terisak. Tubuhnya mencoba menghindari mik, tetapi suara dehamannya menahan tangis itu terdengar keras. Dia pun berulang kali menyapu tepi matanya yang tertutup oleh topi biru yang dia pakai.
Ya, kemarin, di hadapan awak media, petenis 31 tahun itu menyatakan keputusannya mengakhiri karier tenisnya. Cedera yang dia alami sejak hampir dua tahun terakhir membuatnya tak lagi kuasa menahan sakit. “Aku sudah berbicara dengan timku. Aku tidak bisa terus begitu. Bermain tanpa tahu kapan perasaan sakit ini akan berakhir,” ucap petenis yang mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris itu.
Bila merunut agenda ATP, Wimbledon akan dihelat Juli. Sejatinya dia bisa saja mengikuti beberapa turnamen yang digelar di antara kurun waktu tersebut. Hanya, dia sendiri ragu bisa tampil karena cedera itu benar-benar menghukumnya.
“Kondisiku tidak baik. Terjebak dengan situasi itu selama sedikitnya 20 bulan. Telah kucoba untuk membuat kepalaku menjadi lebih baik. Tetapi sakit itu masih terasa. Saya pun masih ragu apakah bisa bertahan hingga lima bulan ke depan,” urai mantan petenis nomor wahid dunia itu. Hingga kini, Murray sudah mengoleksi 10 gelar grand slam. Terbanyak dia rengkuh dari Australia Open.
Keputusan Murray mendapat tanggapan dari kawan maupun pesaingnya. Salah satunya Rafael Nadal. “Ketika Anda bertanding tanpa target jelas, tidak bisa bergerak normal karena sakit, itulah saatnya mengambil keputusan,” jelas petenis 32 tahun itu.
Baginya, keputusan Murray mundur akan mengubah wajah tenis dunia. “Kami ingin yang terbaik untuknya, kami akan merindukannya,” jelas perengkuh 17 titel grand slam itu.
Dia tak menampik pernah punya keinginan untuk mengakhiri karier saat menghadapi posisi yang sama dengan Murray saat ini. “Hanya, aku selalu meyakini diri bahwa kami bisa mengatasi ini. Walaupun tentu saja ada saat ketika Anda tidak bisa melihat jalan keluar. Itu yang berat. Aku tahu ini berat secara mental,” tegas petenis asal Spanyol itu. (ndy2/k16)
Editor : octa-Octa