BALIKPAPAN–Proses serah terima badan pengelolaan Persiba Balikpapan yang berlarut-larut, menuai sorotan. Salah satunya dari pemerhati sepak bola Kota Beriman, Maulidin. Dia menilai, sudah sepatutnya pengalihan pengelolaan bisa segera terlaksana.
Apalagi, kata dia, publik Balikpapan telanjur menaruh harapan besar terhadap pengelola baru Beruang Madu. “Jangan sampai kemudian publik yang kecewa. Mereka sudah sangat berharap Persiba bisa kembali berjaya,” kata pria yang juga anggota DPRD Balikpapan itu, Minggu (13/1).
Untuk itu dia meminta kedua pihak segera membahas persoalan itu. Pasalnya, jika dibiarkan, aspek legal ini bisa jadi pengganjal Persiba dalam berkompetisi musim depan.
Aspek legal, lanjut dia, selama ini jadi perhatian utama dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku regulator kompetisi. Jadi Persiba tak boleh main-main soal ini. “Yang semestinya diselesaikan pertama, tentu saja soal ini (serah terima pengelolaan). Bukan yang lain-lain,” tegas dia.
Terlepas dari persoalan belum terwujudnya proses serah terima badan pengelolaan, Maulidin berharap, saham Persiba bisa dilepas ke publik. Dengan demikian, lanjut anggota Komisi III DPRD Balikpapan itu, tumbuh rasa memiliki yang tinggi dari publik terhadap Persiba.
Hingga saat ini, serah terima saham Persiba secara legal belum tuntas. Hal itu disampaikan Bagian Legal Persiba Muhammad Muhdar, Sabtu (12/1).
Padahal, kata dia, proses krusial itu adalah finalisasi serah terima secara hukum di hadapan notaris. Jadi, secara hukum, Persiba sampai detik ini masih merupakan milik Syahril HM Taher.
Muhdar mengaku cukup menyayangkan langkah calon pemilik Persiba yang sudah mengumumkan pelatih Persiba dan manuver lainnya. Padahal finalisasi serah terima belum tuntas.
Untuk itu, Muhdar berharap, dalam waktu dekat ada langkah konkret dari pihak pengelola baru untuk menyelesaikan segala proses peralihan Persiba. Namun, dirinya mencoba maklum dengan kesibukan Rahmad Mas’ud sebagai wakil wali kota Balikpapan. (*/hul/ndy/k16)
Editor : octa-Octa